<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1" ?>
<rss version="0.91">
  <channel>
    <title>pecas ndahe</title>
    <link>http://pecasndahe.blogdrive.com/</link>
    <description>PECAS NDAHE</description>
    <lastBuildDate>Tue, 15 Jul 2008 06:20:00 PDT</lastBuildDate>
    <generator>http://www.blogdrive.com</generator>
    <copyright>Copyright 2008.</copyright>
    <category>Arts</category>
    <category>Writing</category>
    <category>People</category>
    <item>
      <title>Pindah Pecas Ndahe</title>
      <link>http://pecasndahe.blogdrive.com/archive/483.html</link>
      <pubDate>Mon, 27 Nov 2006 13:17:39 GMT</pubDate>
      <description>
    Ki Sanak, saya pindah tempat indekos ke sini. Meski blog ini ndak saya tutup, sebaiknya sampean segera mengubah alamat tautan dan segala sesuatu yang berkaitan dengan blog ini. Terima kasih untuk pengertian, permakluman, dan kerja samanya. Sampai jumpa di tempat yang baru.

       
</description>
    </item>
    <item>
      <title>Dummies Pecas Ndahe</title>
      <link>http://pecasndahe.blogdrive.com/archive/481.html</link>
      <pubDate>Sat, 25 Nov 2006 01:08:08 GMT</pubDate>
      <description>
    Saya bukan pembaca buku yang baik dan benar. Ndak baik karena saya jarang beli sendiri -- lebih sering meminjam dan [pura-pura] lupa mengembalikan atau diberi oleh orang baik seperti Paman Kemplu...  

Ndak benar karena saya jarang baca buku sampai tamat. Biasanya saya cuma memilih bagian yang saya sukai, atau kebetulan menarik perhatian.

Kalau novel, biasanya cuma saya lihat bagian awal dan akhirnya. Kalau buku literatur, saya pilih yang penting-penting saja. Bagian intinya.... 

Karena itu, ilmu, pengetahuan, wawasan saya ya ndak nambah-nambah. Hanya mirip katak dalam tempurung.... (more)</description>
      <comments>http://pecasndahe.blogdrive.com/comments?id=481</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Mercury Pecas Ndahe</title>
      <link>http://pecasndahe.blogdrive.com/archive/480.html</link>
      <pubDate>Fri, 24 Nov 2006 02:25:22 GMT</pubDate>
      <description>
                Hari ini, 15 tahun yang lalu, Freddie Mercury  meninggal dunia. Siapa yang ndak kenal frontman dan penyanyi utama Queen, grup musik rock dahsyat itu?  Hayo, para wadya bala 80-an pasti kenal to? Mari kita mengenang sejenak si tonggos berkumis dengan suara tiada tanding itu. Ah, Freddie, you take my breath away ...
Freddie lahir dengan nama Farrokh Bulsara di Stone Town, Zanzibar,  pada 5 September 1946. Orang tuanya Bomi dan Jer Bulsara. Adiknya bernama Kashmira. Freddie meninggal pada 24 November 1991 karena AIDS.  

Kematiannya tak sia-sia: publik makin ngeh terhadap... (more)</description>
      <comments>http://pecasndahe.blogdrive.com/comments?id=480</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Freehold Pecas Ndahe</title>
      <link>http://pecasndahe.blogdrive.com/archive/478.html</link>
      <pubDate>Fri, 24 Nov 2006 00:02:03 GMT</pubDate>
      <description>
           Namanya juga Freehold. Jadi boleh dong kalau dia memegang  atau justru tak memegang apa-apa. Namanya juga &quot;free&quot;. Jadi bebas-bebas saja  dia beli bubur ayam, kutang, atau pepesan kosong [baca: saham]. Sampean  dilarang protes!        Begitulah Ki Sanak, pengetahuan yang saya peroleh dari ribut-ribut  tentang penjualan saham PT Lapindo Brantas ke Freehold Group Limited. Sampean tentu tahu PT  Lapindo Brantas, kan? Tapi sampean mungkin belum tahu Freehold itu perusahaan apa, alamatnya di mana, dan siapa pemiliknya, kan? Sama dong, saya juga ndak tahu, Ki  Sanak …        Saya ndak... (more)</description>
      <comments>http://pecasndahe.blogdrive.com/comments?id=478</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Bencana Pecas Ndahe </title>
      <link>http://pecasndahe.blogdrive.com/archive/479.html</link>
      <pubDate>Thu, 23 Nov 2006 23:10:10 GMT</pubDate>
      <description>
    Pipa gas Pertamina di bawah lumpur PT Lapindo meledak. Tujuh orang meninggal karenanya, empat orang lagi hilang. Mungkin lebih. Apakah arti angka-angka ini, selain sebagai rekor kesedihan? Apalah arti statistik? 

    Bagi seorang komandan koramil, para lelaki yang terbaring hangus  bersama rekan kerjanya, angka-angka itu berbicara dengan jangat  yang terbakar. Ada napas yang dicekik asap, ada paru yang dirobek.  Mereka telah memberikan suaranya dengan ajal, dalam suatu pemungutan pendapat  untuk pembangunan tanggul penahan lumpur yang berubah menjadi bencana. 

Tentang bencana, Paklik... (more)</description>
      <comments>http://pecasndahe.blogdrive.com/comments?id=479</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Jalak Pecas Ndahe</title>
      <link>http://pecasndahe.blogdrive.com/archive/477.html</link>
      <pubDate>Wed, 22 Nov 2006 10:20:21 GMT</pubDate>
      <description>

Burung jalak ternyata banyak penggemarnya. Pendobos burung, misalnya, pernah menuliskan kekagumannya pada sosok burung kecil yang langka itu di sini. Soalnya, kata Sir Ndobos, jalak itu burung yang cantik. 
&quot;Lihatlah daerah seputar matanya yang biru terang, bukan
biru seperti habis digebuki, sangat kontras dengan warna tubuhnya yang putih
salju. Warna hitam di ujung sayap dan ekor seolah menjadi aksen pemanis yang
pas.&quot; 

Eh, rupanya tak sendirian. Seperti halnya dengan Sir Ndobos, pemilik truk ini tampaknya juga suka jalak [putih]. Saking sukanya, dia sampai memajang gambar jalak... (more)</description>
      <comments>http://pecasndahe.blogdrive.com/comments?id=477</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Pos Pecas Ndahe</title>
      <link>http://pecasndahe.blogdrive.com/archive/476.html</link>
      <pubDate>Tue, 21 Nov 2006 05:32:03 GMT</pubDate>
      <description>Mungkin saya saja yang terlalu ndesit. Mungkin juga ini gara-gara zaman yang terlalu maju. Tapi yang jelas saya tetap takjub ketika tiba-tiba menemukan kartu pos seperti ini. Kok ya masih ada yang beginian ya di zaman serba digital ini?Saya nyaris tak pernah ke kantor pos dalam lima tahun terakhir ini, apalagi berurusan dengan yang namanya benda-benda pos. Semua yang berkaitan dengan kertas pelan-pelan menghilang dan digantikan oleh yang serba digital [paperless]. Semua urusan surat-menyurat telah digantikan oleh surel (surat elektronik] atau sandek [pesan pendek]. Lah ini kok tiba-tiba saya... (more)</description>
      <comments>http://pecasndahe.blogdrive.com/comments?id=476</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Helipad Pecas Ndahe</title>
      <link>http://pecasndahe.blogdrive.com/archive/475.html</link>
      <pubDate>Mon, 20 Nov 2006 23:40:08 GMT</pubDate>
      <description>
 Setelah Bush pulang dan meninggalkan ribuan aparat keamanan yang kuyu. Setelah lampu-lampu Istana Bogor padam dan  yang tersisa hanya piring dan gelas kotor. Setelah ribuan pengunjuk rasa pulang  dan tidur di rumah masing-masing dalam kepenatan. Apa yang sampean peroleh Ki Sanak?

Buat saya, ada satu pelajaran penting dari kunjungan Bush yang singkat kemarin, yaitu tentang betapa pentingnya bersahabat dengan alam [bukan Alam yang penyanyi itu ya]. 

Semua orang tahu bahwa Bogor itu kota hujan. Hampir setiap hari, terutama di musim hujan, air tumpah dari langit. Jika hujan turun, semua... (more)</description>
      <comments>http://pecasndahe.blogdrive.com/comments?id=475</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Pemimpin Pecas Ndahe</title>
      <link>http://pecasndahe.blogdrive.com/archive/474.html</link>
      <pubDate>Mon, 20 Nov 2006 00:07:07 GMT</pubDate>
      <description>
     Hari ini, dua kepala negara bertemu di Bogor. Dan ribuan, mungkin puluhan ribu, rakyat kecil jadi repot dibuatnya. Beginikah seharusnya konsekuensi sebuah pertemuan? Beginikah jadinya bila dua pemimpin bertemu?Paklik Isnogud hanya menghela napas ketika saya menanyakan hal itu. Setelah menyedot tembakau lintingannya, Paklik pun bersabda dengan suara baritonnya yang khas, seperti biasa. Saya mengambil bangku agar bisa duduk di dekatnya dan mendengarkan suaranya lebih jelas.

&quot;Begini ya, Mas. Siapa yang ingin jadi pemimpin, ia harus ibarat laut. Seperti petuah dalam  Wulangreh, ia harus... (more)</description>
      <comments>http://pecasndahe.blogdrive.com/comments?id=474</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Bogor Pecas Ndahe</title>
      <link>http://pecasndahe.blogdrive.com/archive/473.html</link>
      <pubDate>Sat, 18 Nov 2006 00:30:30 GMT</pubDate>
      <description>
 Ini namanya pecas ndahe tenan. Pagi ini saya baca di koran-koran yang mengabarkan bahwa pada Minggu dan Senin nanti, Bogor akan terkurung dan Jakarta siaga satu. Soalnya, Mister George Waduh Nggedabrush mau datang dan tak boleh lecet barang sesenti pun. Apalagi mencret karena disantet.

Bayangkan. Semua kekuatan dan perlengkapan kepolisian  akan bersiaga mengamankan kedua kota itu. Semua sudut diawasi. Di Jakarta, misalnya, polisi akan menjaga tiga titik: Istana Kepresidenan,  Kedutaan Besar Amerika Serikat, dan bundaran Hotel Indonesia. Di setiap  titik itu, 500 anggota polisi akan... (more)</description>
      <comments>http://pecasndahe.blogdrive.com/comments?id=473</comments>
    </item>
  </channel>
</rss>
