"Pecas ndahe" itu pelesetan dari kata "pecah ndase". Ini sejenis umpatan khas anak muda di Jogja dan Solo. Arti sesungguhnya adalah pecah kepalanya, lalu berubah menjadi sebuah arti kiasan. Di Solo, ada sebuah grup musik humor yang menggunakan nama yang sama. Blog ini tak ada hubungannya dengan mereka.

Cara Baru Berbelanja

   

<< January 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


Detikcom mengendus blog ini pada 15 Maret 2006. Komentarnya begini, "Kalau sedang penat dan kaku-kaku otak, akibat terlalu lama bekerja, daripada kepaha pecal beneran ada untungnya juga membuka blog pecasndahe ini. Hitung-hitung hemat ongkos 'obat stres' ke psikiater. Selamat berpecal kepaha!" Selengkapnya klik di sini ...



Persyarekatan:

Klangenan:

Prokonco:

Top100 Bloggers
Blogs

Indonesia Top Blog

HelpJogja.net


selalu ada kejutan di balik setiap tikungan kehidupan.


Woro-woro (dahulu disclaimer): Saya akan berterima kasih kalau para pengutip menyebutkan blog ini sebagai sumber. Mohon memberi tahu kalau ada pihak-pihak yang keberatan atas isi blog atau merasa hak ciptanya dilanggar.


Google PageRank Checker Tool

Subscribe with Bloglines

Feed Burner

News Around The World:

referer referrer referers referrers http_referer


desain #1 [27/05/05]
desain #2 [21/04/06]
desain #3 [10/05/06]
desain #4 [09/06/06]
desain #5 [10/07/06]
desain #6 [04/08/06]
desain #7 [15/08/06]
desain #8 [22/09/06]
desain #9 [19/10/06]
desain #10 [03/11/06]


My blog is worth $66,051.18.
How much is your blog worth?


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Sunday, March 05, 2006
Sponsor Pecas Ndahe

Seandainya punya duit 60 juta poundsterling atau setara dengan Rp 90 miliar, sampeyan mau ngapain? Menabung? Keliling dunia? Beli rumah mewah, pesawat jet pribadi? Nikah lagi? Atau malah pingsan mendadak?

Kalau begitu, sampeyan memang belum bakat jadi orang kaya. Soalnya, orang kaya seperti Putra Sampoerna, multijutawan, mantan pemilik perusahaan rokok Sampoerna itu, ternyata tahu benar cara memanfaatkan duit segitu banyak. Ia tak beli rumah. Ia tak cari mobil keren. Ia tak beli pesawat pribadi. Ia pun tak perlu menikah lagi.

Sampeyan tahu apa yang dilakukan Sampoerna dengan Rp 90 miliar? Lewat rumah judi Mansion, dia menggelontorkan uangnya, menjadi sponsor klub sepakbola raksasa Inggris, Machester United. Saya baru saja baca beritanya di The Guardian.

Menurut berita itu, Mansion -- perusahaan perjudian yang bermarkas di Gibraltar -- milik Sampoerna, secara resmi akan mengumumkan kerja sama itu dalam beberapa hari lagi. Dengan kerja sama sponsorship itu, nama Mansion berhak dipasang di kaos tim United selama empat tahun ke depan, menggusur Vodafone yang mengakhiri kontraknya musim ini.

Jadi, jangan kaget kalau pada musim kompetisi mendatang kita akan melihat Christian Ronaldo, Wayne Rooney, Saha, memakai kaos berlogo Mansion yang mirip logo rokok Sampoerna itu. Jangan kaget pula jika sebentar lagi Putra Sampoerna jadi orang yang paling dicari wartawan Indonesia.

Tiba-tiba ingatan saya melayang pada bayi-bayi yang kelaparan, kurang gizi. Saya terbayang anak-anak yang terpaksa belajar di bawah atap langit karena gedung sekolahnya ambruk dan belum dibangun lagi lantaran tak ada sumbangan dari pemerintah. Betapa senangnya mereka bila mendapat sedikit bagian dari Rp 90 miliar itu. Sedikit saja. Beberapa juta rupiah saja. Daripada cuma ngongkosin klub sepakbola di negara yang sudah kaya raya, mending dia menyumbangkan sebagian uangnya ke sini. Lebih baik uangnya dibelikan vaksin antipolio, tentu lebih bermanfaat.

Ah, kenapa saya mendadak jadi nyinyir begini? Sentimentil. Sinis. Lagi pula kalau  hasil judi itu benar-benar mau disisihkan buat nyumbang anak sekolah dan orang miskin, seperti yang dikhawatirkan si Mbilung kawan saya itu, jangan-jangan malah memicu kontroversi baru. Orang-orang unjuk rasa menolak sumbangan dari Mansion. Pecas ndahe, kan?

Posted at 6:42:44 pm by pecas ndahe
baca pecahan ndasmu (2)  

Next Page