Bayangkan 1x24 di sarang nyamuk yang remang dan panas. Ratusan ketukan tuts mesin ketik manual, karbon kopi rangkap empat. Detik yang berubah menit. Menit yang berubah jam dalam ketidakpastian. Sebuah musibah yang mengubah hidup saya.
Ah, hidup memang penuh tikungan mengejutkan. Kejutan itu bernama sepeda motor yang menyerempet bagian depan kendaraan saya, terpental, dan ... Brak! Ya, brak. Cuma sedetik. Dan hidup saya berubah dalam semalam.
Momen yang cuma sedetik itu mengirimkan saya ke sebuah ruang gawat darurat yang pikuk. Perkenalan dengan bapak-bapak berseragam cokelat. Toilet yang pesing. Ruang sesak yang temaram. Tumpukan kertas. Asap-asap rokok. Kopi pahit. Pertanyaan yang sama. Berulang-ulang.

Untunglah telepon-telepon ajaib itu bekerja dengan sempurna. Untunglah jaring-jaring yang begitu banal itu mampu menghubungkan simpul yang tersebar. Untunglah, sekali lagi, masih ada kejutan menyenangkan di balik tikungan yang tak pernah saya bayangkan.
Terima kasih untuk teman-teman yang mengirimkan sandek (SMS). Terima kasih untuk simpati dan doanya. Ngalkamudulilah, saya sehat-sehat saja. Cuma mata saya agak perih setelah begadang seharian. Menjawab belasan pertanyaan. Mengingat-ingat rangkaian kejadian yang tak sepenuhnya saya ingat.
Mungkin di kali yang lain saya bisa lebih baik menceritakan semuanya. Sekarang saya mau merebahkan badan dulu dan menarik napas panjang. Salam ....
Posted at 8:30:22 pm by pecas ndahe
tautan tetap