
Mobil boleh Peugeot. Eropah. Tapi kelakuan tetap ndesit, Ndhiwek. Ndak tahu sopan-santun.
Lihatlah sedan perak ini. Lah wong lampu lalu lintas sudah merah. Kendaraan dari belakang dan depan pun sudah berhenti, eh lah kok nekat. Bablas.
Nah, lihat tampaknya dia baru sadar ketika dari kiri dan kanannya berseliweran mobil-mobil yang melaju kencang.
Makbedunduk. Cuuiiiit .... pedal rem pun diinjak habis. Mas sopir lalu clingak-clinguk, "Loh, yang jalan kok kendaraan dari kiri dan kanan? Ealah, ternyata aku berhenti di atas marka jalan."
Wah, kebablasan nih, yeee ....
Mau mundur, takut nabrak kendaraan di belakangnya. Maju? Memangnya mau diseruduk apa? Halah. Piye iki? Maju kena, mundur nabrak ini namanya. Untung ndak ada opas yang sedang iseng mencari mangsa. Untung kejadian ini di kompleks para menteri di Kuningan, Jakarta.
Tapi, mbok ya lain kali kalau nyopir jangan melamun, Nyong!
Posted at 4:36:22 pm by pecas ndahe
tautan tetap