"Pecas ndahe" itu pelesetan dari kata "pecah ndase". Ini sejenis umpatan khas anak muda di Jogja dan Solo. Arti sesungguhnya adalah pecah kepalanya, lalu berubah menjadi sebuah arti kiasan. Di Solo, ada sebuah grup musik humor yang menggunakan nama yang sama. Blog ini tak ada hubungannya dengan mereka.

Cara Baru Berbelanja

   

<< October 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


Detikcom mengendus blog ini pada 15 Maret 2006. Komentarnya begini, "Kalau sedang penat dan kaku-kaku otak, akibat terlalu lama bekerja, daripada kepaha pecal beneran ada untungnya juga membuka blog pecasndahe ini. Hitung-hitung hemat ongkos 'obat stres' ke psikiater. Selamat berpecal kepaha!" Selengkapnya klik di sini ...



Persyarekatan:

Klangenan:

Prokonco:

Top100 Bloggers
Blogs

Indonesia Top Blog

HelpJogja.net


selalu ada kejutan di balik setiap tikungan kehidupan.


Woro-woro (dahulu disclaimer): Saya akan berterima kasih kalau para pengutip menyebutkan blog ini sebagai sumber. Mohon memberi tahu kalau ada pihak-pihak yang keberatan atas isi blog atau merasa hak ciptanya dilanggar.


Google PageRank Checker Tool

Subscribe with Bloglines

Feed Burner

News Around The World:

referer referrer referers referrers http_referer


desain #1 [27/05/05]
desain #2 [21/04/06]
desain #3 [10/05/06]
desain #4 [09/06/06]
desain #5 [10/07/06]
desain #6 [04/08/06]
desain #7 [15/08/06]
desain #8 [22/09/06]
desain #9 [19/10/06]
desain #10 [03/11/06]


My blog is worth $66,051.18.
How much is your blog worth?


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Saturday, October 14, 2006
Bablas Pecas Ndahe

Mobil boleh Peugeot. Eropah. Tapi kelakuan tetap ndesit, Ndhiwek. Ndak tahu sopan-santun.

Lihatlah sedan perak ini. Lah wong lampu lalu lintas sudah merah. Kendaraan dari belakang dan depan pun sudah berhenti, eh lah kok nekat. Bablas.

Nah, lihat tampaknya dia baru sadar ketika dari kiri dan kanannya berseliweran mobil-mobil yang melaju kencang.

Makbedunduk. Cuuiiiit .... pedal rem pun diinjak habis. Mas sopir lalu clingak-clinguk, "Loh, yang jalan kok kendaraan dari kiri dan kanan? Ealah, ternyata aku berhenti di atas marka jalan."

Wah, kebablasan nih, yeee ....

Mau mundur, takut nabrak kendaraan di belakangnya. Maju? Memangnya mau diseruduk apa? Halah. Piye iki? Maju kena, mundur nabrak ini namanya. Untung ndak ada opas yang sedang iseng mencari mangsa. Untung kejadian ini di kompleks para menteri di Kuningan, Jakarta.

Tapi, mbok ya lain kali kalau nyopir jangan melamun, Nyong!  Big Smile


Posted at 4:36:22 pm by pecas ndahe
baca pecahan ndasmu (2)  

Next Page