Kemiskinan itu bukan sekadar angka statistik di dalam teks pidato seorang presiden. Ia juga bukan cuma wacana yang diperdebatkan. Buat saya, kemiskinan itu pemandangan sehari-hari, ketika saya berangkat kerja. Dia ada di pinggir comberan -- sebuah saluran pembuangan limbah pabrik di kawasan Jurumudi, Tangerang.
Kemiskinan membuat warga setempat terpaksa mencuci pakaian dengan air bekas limbah pabrik. Karena mereka tak mampu beli air bersih, baik dari perusahaan daerah air minum yang berkongsi dengan partikelir atau dari abang-abang penjual air dorongan.
Yang bikin saya heran, kenapa mereka tak membuat sumur saja ya? Minimal secara gotong royong, dengan biaya tanggung renteng? Mungkinkah karena kualitas air tanahnya jelek juga? Entah.
Walhasil, aksi cuci massal pun jadi pilihan utama. Saya lihat warga memulai kegiatannya dari pukul 06.00 - 09.00, nyaris setiap pagi. Warga cuma tak melakukan aksi bersih-bersih massal ini jika air saluran mendangkal sampai di bawah mata kaki. Mungkin itu ketika pabrik-pabrik sedang tak berproduksi dan artinya tak membuang limbah.
Mereka membentuk kelompok pencuci masing-masing. Mungkin berdasarkan kedekatan tempat tinggal. Kelompok warga kampung wetan, misalnya, mendapat jatah tempat mencuci di bawah pohon asem. Kelompok warga kampung kulon dapat kapling di depan pabrik seng, dan seterusnya.
Jangan tanya seperti apa warna air yang mereka pakai untuk mencuci. Jangan tanyakan pula baunya. Yang mengharukan itu jika pada saat bersamaan ibu-ibu sedang mencuci di bagian hulu, di sisi hilir anak-anak justru sedang buang hajat, dan di ujung yang lebih ke hilir lagi, bapak-bapak cuci muka sambil sikat gigi. Haiyah. Opo tumon?
Kemiskinan mungkin memang dekat dengan comberan. Saya melihatnya nyaris setiap pagi.
Jadi Ki Sanak, tolong bayangkan ketika sampean sedang memegang roti apit isi daging untuk sarapan setiap pagi, pada saat yang sama di Tangerang sana ada warga yang sedang mengobok-obok air bekas .... Ah, saya tak tega menuliskannya.
Salam pecas ndahe.
Posted at 12:12:27 pm by pecas ndahe
tautan tetap