Seorang kawan lama, sekarang sedang "sekolah" di Australia, mengirimkan surel [surat elektronik]. Isinya semacam "analisis isi" tentang tiga blog yang sering dikunjunginya.
Terus terang saya merasa mendapat kehormatan yang luar biasa dari kawan baik saya itu. Saya baru tahu, ternyata dia bisa terhibur juga setelah membaca blog-blog ndobosan, ramutu, nggedabrus, dan waton gayeng ini. Saya posting lengkap tulisan kawan saya itu di sini, sekadar berbagi dengan sampean, sekaligus penghormatan balik kepada kawan saya itu. Siapa tahu, sampean punya kesan yang berbeda dibanding dia.
***
WISATA BLOG
Saya mau tamasya..
Berkeliling-keliling dunia..
Hendak melihat-lihat
Keramaian yang ada…..
Coba lihatlah layar..
Banyak blog yang terpampang..
Lihat sana….. lihat lihat sini……
Siapa bilang
tamasya harus keliling-keliling kota
dan harus naik becak? Di zaman canggih seperti ini tamasya keliling dunia bisa
dilakukan dengan duduk manis di depan layar computer dan dijamin wisata blog
yang murah meriah seperti ini bisa membuat sampeyan senyum-senyum, bergumam, menggerutu, mengerenyitkan kening,
melamun, bahkan tertawa terbahak-bahak sendirian.
Kalau sampeyan
termasuk kategori Jawanis homo-yogya-ensis atau Indonesianis
homo-humoris-ensis, sampeyan wajib mampir di
http://pecasndahe.blogdrive.com/. Di blog ini, sampeyan bisa menghirup bau
wedhang rondhe, soto, nasi timlo, gudeg, ayam panggang, dalam tulisan yang
ringan, kocak tapi berbau human interest yang sangat tinggi.
Kalau sampeyan
inget swargi pak Kayam, sampeyan pasti seneng dengan tulisan-tulisan yang
ditaruh di kaleng-kaleng krupuk berlabelkan sama: ‘something’ pecas ndahe ini. Isi kalengnya sendiri sih
bermacam-macam sebagaimana penulisnya berusaha memberikan interpretasinya
terhadap problem sosial yang ada dan mengajak pembacanya ikut berpikir
sejenak. Isu yang ditawarkan juga bervariasi dari soal iklan mobil, musim buah,
tilang, mobil dinas hingga tajilan.
Dibandingkan dengan blog lain, pecas ndahe
sangat sederhana karena tak ada rubrikasi yang njlimet. Keuntungan lain tamasya
ke blog ini adalah banyaknya link yang tersedia untuk berpindah ke blog lain
tanpa harus berpusing melihat peta.
Sayangnya, sebagaimana blog lain yang
ditulis di kala senggang, kedalaman artikel satu sama sama lain tidak sama.
Tapi mungkin itu maksud pembuat blog ini menulis semboyan: tentang dunia yang
makin tua dan hidup yang penuh kejutan. Jadi selamat terkejut saja membaca blog
ini asalkan tidak ikut tua !
Nah, begitu
terkejutnya hilang, saya melanglang ke dunia yang lebih luas di belahan Jepang-Nusantara
yang ditawarkan http://ndobos.blogdrive.com/. Dengan jujurnya penulis blog ini mengaku
ndobos (membual) di kala senggangnya bekerja di Tokyo.
Biasanya artikel yang ditampilkan juga bernuansa khas Tokyo
dengan pembacaan (lagi-lagi) kejawen penulisnya.
Lihat saja tulisan ringannya
tentang payung transparan yang narsis atau kamera yang sering disebut dengan
Kodak itu. Meski sudut pandang keakuan artikel yang ditulis berdasarkan
pengalaman hidup di Negara matahari terbit ini terasa kental, tetap saja artikel-artikel yang disuguhkan dengan cara
yang sangat sederhana tanpa rubrikasi dan nama artikel yang khas ini enak dan
mengalir untuk dibaca. Saking sederhananya blog ini, sampeyan juga harus puas
untuk menghabiskan waktu di blog ini tanpa bisa nge-link ke blog lain.
Meskipun begitu,
dengan contekan alamat dari seorang kawan baik, akhirnya saya mengakhiri
petualangan menyusuri blog kali ini dengan singgah di http://blogombal.org/.
Wah kalau di blog ini,
sampeyan mesti punya waktu banyak, karena blog yang didominasi warna merah,
putih dan abu-abu ini relatif kompleks kalau tidak mau dikatakan njlimet.
Jelas canggih, soalnya yang penulisnya yang pekerja media ini menggunakan logika rubrikasi seserius situs beneran. Nuansa
kejawen juga terasa di blog ini meski samar.
Dunia-dunia kecil ditawarkan di
anak-anak blog yang muncul dari blog yang kelihatannya sederhana ini. Kalau
sampeyan pernah masuk ke rumah yang banyak sekali pintunya, banyak gang dan
banyak ruangannya sehingga kadang sampeyan tersesat, ya seperti ini rasanya
memasuki blog ini.
Oleh karena itu, sampeyan musti pintar memilih ruang mana
yang sampeyan mau masukin. Soalnya, blog ini memuat banyak sekali informasi,
lelucon juga renungan hidup ini. Sampeyan juga boleh sesekali berhenti sejenak
mengagumi disain interior ruang yang ciamik dari rumah gombal ini. Jadi siapa
bilang ini blog gombal kalau isinya ternyata pasar tanah abang digabung dengan
pasar baru plus ITC? Tunggu apa lagi, sampeyan harus menyiapkan diri dan waktu
sampeyan buat berwisata berkeliling blog yang canggih ini.
Punggung penat,
mata mengerdip-ngerdip letih, jari tangan sudah menurun speed-nya setelah beberapa jam bertamasya di blog, akhirnya membuat
saya harus pamit undur. Hanya satu yang masih terbersit di benak saya,
teknologi blog-blog ini memang top banget, bisa membuat kita menjadi narsis,
cerdas, lucu, pesismis, optimis, sok filsuf, sok bijak dan lain sebagainya
dalam waktu sekejab dan dalam tempo yang bersamaan.
Yang lebih unik, blog memungkinkan kita menulis tanpa ada sensor alias merdeka di atas jari tangan
kita yang lincah menulis, memindah foto dan mendisain dengan apa saja yang kita
mau. Cuma, buat saya sih, kok masih
lebih gampang ngomentarin blog orang lain ya dibandingkan menulis sendiri?
Sampeyan, bagaimana?
Salam
Genduk Enka
Posted at 1:49:01 pm by pecas ndahe
tautan tetap