Selain tragedi "WTC 9/11", siapa yang ingat hari ini
Radio Republik Indonesia merayakan ulang tahun ke-61? Siapa yang tahu bahwa Mangkunegoro VII itu ternyata pelopor dunia penyiaran Indonesia?

Ah, ndak apa-apa kalau tiada satu pun di antara sampean yang ingat itu. Saya juga maklum kalau sampean sudah tak pernah lagi mendengarkan gelombang
RRI dan lebih suka menguping radio-radio FM itu. Tapi, saya tahu pasti di antara sampean masih ada yang suka atau sesekali mendengarkan
RRI, minimal "anak kandungnya" itu:
Pro2 FM.
Selera sampean mungkin memang sudah tak cocok lagi dengan program siaran RRI. Sampean barangkali juga sudah tak butuh berita-berita dari radio pemerintah itu. Saya saja cuma ingat siaran berita RRI setiap siang yang berisi pembacaan harga sayur mayur, kol gepeng, wortel tanpa daun, dan cabe keriting itu....

Waktu memang berlari begitu cepat. Stasiun-stasiun radio bermunculan, memperebutkan perhatian pendengarnya.
Saya saja nyaris lupa Mangkunegoro VII sudah mendirikan stasiun radio swasta pertama dengan nama
Solosche Radio Vereeninging (SRV) pada 1933 -- jauh sebelum cikal bakal RRI berdiri, yaitu
Nederlands Indische Radio Omroep Maatschappij (NIROM).
Lahir dengan nama Suryosuparto, Sri Mangkunegoro VII menjadi penguasa Keraton Mangkunegaran di Surakarta (1916-1944). Sejarah mencatat, sebagai putra Mangkunegoro V (1881-1896), ia dikenal sebagai raja yang modern, demokratis dan nasionalis.
Ah, hari ini tiba-tiba saya teringat Solo, tengkleng, serabi, Jalan Slamet Riyadi, Pasar Klewer, kol gepeng, wortel tanpa daun, cabe keriting ...
Kalau boleh tahu, apa yang sampean ingat tentang RRI? Apa sih, stasiun radio favorit sampean?
Posted at 6:18:51 pm by pecas ndahe
tautan tetap