Makam, juga batu nisan, mestinya jadi tempat kita menghormati mereka yang sudah pergi. Karena itu, sebaiknya kita memberikan penghormatan dan bukan umpatan seperti larik-larik kalimat yang ditatahkan di nisan ini.

[Foto ini dikirim oleh pelancong di jalan sutera tanpa menyebutkan sumbernya]
Keluarga yang ditinggalkan almarhum John mungkin tak sengaja. Mungkin juga sebaliknya. Saya tak tahu.
Mungkin juga "umpatan" itu cuma hasil keisengan si penatah nisan yang sampai pekerjaannya selesai ternyata belum menerima upahnya. Ia kesal, lalu menumpahkannya ke batu nisan.
Untung saja, penghuni nisan itu sudah tak mampu [lagi] membalas umpatan itu. Nah, kalau bisa bagaimana? 
Posted at 7:56:04 am by pecas ndahe
tautan tetap