"Pecas ndahe" itu pelesetan dari kata "pecah ndase". Ini sejenis umpatan khas anak muda di Jogja dan Solo. Arti sesungguhnya adalah pecah kepalanya, lalu berubah menjadi sebuah arti kiasan. Di Solo, ada sebuah grup musik humor yang menggunakan nama yang sama. Blog ini tak ada hubungannya dengan mereka.

Cara Baru Berbelanja

   

<< September 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30


Detikcom mengendus blog ini pada 15 Maret 2006. Komentarnya begini, "Kalau sedang penat dan kaku-kaku otak, akibat terlalu lama bekerja, daripada kepaha pecal beneran ada untungnya juga membuka blog pecasndahe ini. Hitung-hitung hemat ongkos 'obat stres' ke psikiater. Selamat berpecal kepaha!" Selengkapnya klik di sini ...



Persyarekatan:

Klangenan:

Prokonco:

Top100 Bloggers
Blogs

Indonesia Top Blog

HelpJogja.net


selalu ada kejutan di balik setiap tikungan kehidupan.


Woro-woro (dahulu disclaimer): Saya akan berterima kasih kalau para pengutip menyebutkan blog ini sebagai sumber. Mohon memberi tahu kalau ada pihak-pihak yang keberatan atas isi blog atau merasa hak ciptanya dilanggar.


Google PageRank Checker Tool

Subscribe with Bloglines

Feed Burner

News Around The World:

referer referrer referers referrers http_referer


desain #1 [27/05/05]
desain #2 [21/04/06]
desain #3 [10/05/06]
desain #4 [09/06/06]
desain #5 [10/07/06]
desain #6 [04/08/06]
desain #7 [15/08/06]
desain #8 [22/09/06]
desain #9 [19/10/06]
desain #10 [03/11/06]


My blog is worth $66,051.18.
How much is your blog worth?


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Friday, September 01, 2006
Zamroni Pecas Ndahe

Hidup benar-benar penuh tikungan yang mengejutkan. Tiba-tiba saja saya bertemu dengan lama yang sudah tak bersua sejak 14 tahun silam di sebuah tikungan pertemuan. Surprise. Tentu saja. Siapakah dia?

Kawan lama saya itu Lik Zamroni namanya. Ia bekerja di Karang Taruna Internasional. Elok tenan, kan? Kami terakhir bertemu ketika masih suka bikin majalah dinding. Setelah itu kami berpisah. Saya nyari duwit di Betawi. Ia berkelana keliling dunia. Lik Zamroni baru mudik ke Jakarta dua tahun lalu. Tapi kami telanjur kehilangan kontak dan sama-sama tak tahu ke mana harus mencari.

Singkat cerita, makbedunduk, dumadakan, tiba-tiba kami berjumpa begitu saja. Saya dan mereka bertemu di sebuah warung kopi -- yang internasional juga -- tadi malam. Mereka?

Iya. Karena saya tak cuma bertemu Lik Zamroni, tapi juga dua pendekar gemblung dunia blogouw (saingannya kangouw) lain, Sir Ndobos dan Paman Tyo. Kopi darat? Again? Kok bisa? Begini ceritanya.

Lik Zamroni itu ternyata sudah lama meng-intel-i aktivitas para pendekar gemblung dunia blogouw itu. Dan rupanya Lik Zamroni tertarik, tepatnya terkecoh, pada mereka.

Lik Zamroni lalu mengirim pasukan telik sandi untuk mencari tahu siapa anggota perguruan Kaipang yang suka nggedabrus itu. Dia ingin mengajak para pendekar bikin sesuatu. Mungkin perguruan silat baru atau membuat jurus-jurus yang lebih ampuh dari jurus monyet melempar buah milik Wiro Sableng itu.

Usahanya berhasil. Walhasil, bertemulah kami empat lelaki gemblung bertemu.

Ada yang menarik? Ya ndak ada. Lah wong dia bicara serius, mengajak bikin ini-itu, meminta kami memajukan Karang Taruna Internasional, tapi yang diajak ndak mudeng. Tentu saja ya jaka sembung naik ojek. Apalagi yang dibicarakan itu juga ndakik-ndakik je. Setinggi langit. Sementara, kami ini apalah. Para gembel yang melata di jalanan setiap hari.

Buntut-buntutnya, nah ini yang menarik, para pendekar gembel malah berhasil meracuni Lik Zamroni agar mau membuat blog juga. "Soalnya sampean baru bisa merasakan keasyikannya setelah mencoba membuat blog sendiri," kata Paman Tyo sok bijak [sono].

Jadi Ki Sanak, mari kita tunggu blog bikinan Lik Zamroni, anak Pekalongan yang aktif di Karang Taruna Internasional itu.... Tongue

[PS: foto pertemuan bisa dilihat di sini]

UPDATE: Lik Zamroni akhirnya benar-benar punya rumah sendiri di
sini. Selamat pecas ndahe, Lik!



Posted at 1:31:13 pm by pecas ndahe
baca pecahan ndasmu (6)  

Next Page