Hidup benar-benar penuh tikungan yang mengejutkan. Tiba-tiba saja saya bertemu dengan lama yang sudah tak bersua sejak 14 tahun silam di sebuah tikungan pertemuan. Surprise. Tentu saja. Siapakah dia?
Kawan lama saya itu Lik Zamroni namanya. Ia bekerja di Karang Taruna Internasional. Elok tenan, kan? Kami terakhir bertemu ketika masih suka bikin majalah dinding. Setelah itu kami berpisah. Saya nyari duwit di Betawi. Ia berkelana keliling dunia. Lik Zamroni baru mudik ke Jakarta dua tahun lalu. Tapi kami telanjur kehilangan kontak dan sama-sama tak tahu ke mana harus mencari.
Singkat cerita,
makbedunduk, dumadakan, tiba-tiba kami berjumpa begitu saja. Saya dan mereka bertemu di sebuah warung kopi -- yang internasional juga -- tadi malam. Mereka?
Iya. Karena saya tak cuma bertemu Lik Zamroni, tapi juga dua pendekar gemblung dunia blogouw (saingannya kangouw) lain,
Sir Ndobos dan
Paman Tyo. Kopi darat? Again? Kok bisa? Begini ceritanya.
Lik Zamroni itu ternyata sudah lama meng-intel-i aktivitas para pendekar gemblung dunia blogouw itu. Dan rupanya Lik Zamroni tertarik, tepatnya terkecoh, pada mereka.
Lik Zamroni lalu mengirim pasukan telik sandi untuk mencari tahu siapa anggota perguruan Kaipang yang suka nggedabrus itu. Dia ingin mengajak para pendekar bikin sesuatu. Mungkin perguruan silat baru atau membuat jurus-jurus yang lebih ampuh dari jurus monyet melempar buah milik Wiro Sableng itu.
Usahanya berhasil. Walhasil, bertemulah kami empat lelaki gemblung bertemu.
Ada yang menarik? Ya ndak ada. Lah wong dia bicara serius, mengajak bikin ini-itu, meminta kami memajukan Karang Taruna Internasional, tapi yang diajak ndak mudeng. Tentu saja ya jaka sembung naik ojek. Apalagi yang dibicarakan itu juga
ndakik-ndakik je. Setinggi langit. Sementara, kami ini apalah. Para gembel yang melata di jalanan setiap hari.
Buntut-buntutnya, nah ini yang menarik, para pendekar gembel malah berhasil meracuni Lik Zamroni agar mau membuat blog juga. "Soalnya sampean baru bisa merasakan keasyikannya setelah mencoba membuat blog sendiri," kata Paman Tyo sok bijak [sono].
Jadi Ki Sanak, mari kita tunggu blog bikinan Lik Zamroni, anak Pekalongan yang aktif di Karang Taruna Internasional itu....
[PS: foto pertemuan bisa dilihat di sini]
UPDATE: Lik Zamroni akhirnya benar-benar punya rumah sendiri di sini. Selamat pecas ndahe, Lik!
Posted at 1:31:13 pm by pecas ndahe
tautan tetap