"Pecas ndahe" itu pelesetan dari kata "pecah ndase". Ini sejenis umpatan khas anak muda di Jogja dan Solo. Arti sesungguhnya adalah pecah kepalanya, lalu berubah menjadi sebuah arti kiasan. Di Solo, ada sebuah grup musik humor yang menggunakan nama yang sama. Blog ini tak ada hubungannya dengan mereka.

Cara Baru Berbelanja

   

<< August 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31


Detikcom mengendus blog ini pada 15 Maret 2006. Komentarnya begini, "Kalau sedang penat dan kaku-kaku otak, akibat terlalu lama bekerja, daripada kepaha pecal beneran ada untungnya juga membuka blog pecasndahe ini. Hitung-hitung hemat ongkos 'obat stres' ke psikiater. Selamat berpecal kepaha!" Selengkapnya klik di sini ...



Persyarekatan:

Klangenan:

Prokonco:

Top100 Bloggers
Blogs

Indonesia Top Blog

HelpJogja.net


selalu ada kejutan di balik setiap tikungan kehidupan.


Woro-woro (dahulu disclaimer): Saya akan berterima kasih kalau para pengutip menyebutkan blog ini sebagai sumber. Mohon memberi tahu kalau ada pihak-pihak yang keberatan atas isi blog atau merasa hak ciptanya dilanggar.


Google PageRank Checker Tool

Subscribe with Bloglines

Feed Burner

News Around The World:

referer referrer referers referrers http_referer


desain #1 [27/05/05]
desain #2 [21/04/06]
desain #3 [10/05/06]
desain #4 [09/06/06]
desain #5 [10/07/06]
desain #6 [04/08/06]
desain #7 [15/08/06]
desain #8 [22/09/06]
desain #9 [19/10/06]
desain #10 [03/11/06]


My blog is worth $66,051.18.
How much is your blog worth?


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Monday, August 14, 2006
Ahmadinejad Pecas Ndahe

Bahkan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad pun kini mempunyai blog pribadi. Jadi, siapa yang bilang blog itu cuma trend sesaat? Eh, memangnya ada ya yang pernah bilang begitu... *lirik kiri-kanan*.

Barang siapa saja yang belum mengenal blog, marilah kita bertamasya sejenak ke wilayah Persia dan berkenalan dengan pemimpin negeri itu: Mahmoud Ahmadinejad. Ahad kemarin dia memperkenalkan situs barunya yang beralamat di sini.

Lewat blog pribadinya itu, Tuan Presiden memulai sebuah tradisi yang baik di negaranya. Tradisi tentang komunikasi dan keterbukaan. Memang dia bukan yang pertama. Presiden Endonesah lebih dulu memulainya ketika membuka situs pribadi -- dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Tapi, blog Tuan Ahmad tetap punya keunikan. Dari blognya itu setidaknya kita tahu, dia dari jenis yang menyimpan rasa humor.

Ditulis dalam tiga bahasa -- Inggris, Prancis, dan Arab -- blog itu memuat tulisan pertama Ahmadinejad tentang masa kecilnya. Ada juga tulisan mengenai kritiknya kepada Amerika Serikat yang berperang melawan Iran pada 1980-1988, ketika Ahmadinejad menjadi anggota pasukan Garda Revolusi. Di akhir tulisan sepanjang 2.000 kata itu, Tuan Presiden memberi akhiran dengan jenaka, "lain kali, saya akan mencoba menulis lebih ringkas dan sederhana."

Aha! Ahmadinejad ternyata sadar bahwa menulis di ranah maya sungguh berbeda dari ranah nyata. Ada pakem-pakem yang harus ditaati. Ia tahu tak semua orang mampu berlama mengakses jaringan maya. Ia paham tak semua orang suka atau setuju dengan pendapatnya -- sebuah cermin dari sikap rendah hati. Karena itu, ia tak perlu berpanjang-panjang dengan kata.

Saya jadi tergoda membandingkan-bandingkan blognya dengan milik koleganya di negeri antah berantah. Blog yang masih memajang teks-teks pidato bertele-tele -- sebuah situs yang maunya mengajak kita senantiasa "bersama-sama bisa."

Merdeka!


Posted at 6:44:50 pm by pecas ndahe
baca pecahan ndasmu (4)  

Next Page