"Pecas ndahe" itu pelesetan dari kata "pecah ndase". Ini sejenis umpatan khas anak muda di Jogja dan Solo. Arti sesungguhnya adalah pecah kepalanya, lalu berubah menjadi sebuah arti kiasan. Di Solo, ada sebuah grup musik humor yang menggunakan nama yang sama. Blog ini tak ada hubungannya dengan mereka.

Cara Baru Berbelanja

   

<< August 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31


Detikcom mengendus blog ini pada 15 Maret 2006. Komentarnya begini, "Kalau sedang penat dan kaku-kaku otak, akibat terlalu lama bekerja, daripada kepaha pecal beneran ada untungnya juga membuka blog pecasndahe ini. Hitung-hitung hemat ongkos 'obat stres' ke psikiater. Selamat berpecal kepaha!" Selengkapnya klik di sini ...



Persyarekatan:

Klangenan:

Prokonco:

Top100 Bloggers
Blogs

Indonesia Top Blog

HelpJogja.net


selalu ada kejutan di balik setiap tikungan kehidupan.


Woro-woro (dahulu disclaimer): Saya akan berterima kasih kalau para pengutip menyebutkan blog ini sebagai sumber. Mohon memberi tahu kalau ada pihak-pihak yang keberatan atas isi blog atau merasa hak ciptanya dilanggar.


Google PageRank Checker Tool

Subscribe with Bloglines

Feed Burner

News Around The World:

referer referrer referers referrers http_referer


desain #1 [27/05/05]
desain #2 [21/04/06]
desain #3 [10/05/06]
desain #4 [09/06/06]
desain #5 [10/07/06]
desain #6 [04/08/06]
desain #7 [15/08/06]
desain #8 [22/09/06]
desain #9 [19/10/06]
desain #10 [03/11/06]


My blog is worth $66,051.18.
How much is your blog worth?


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Friday, August 11, 2006
Kecemasan Pecas Ndahe

Apa gunanya kemerdekaan

bila para budak yang hidup ini hari

akan jadi tiran di hari esok?

Saya baca kalimat itu di dinding di sebelah meja Paklik Isnogud. Saya ingat, pertanyaan itu pernah diucapkan Padri Florentino, salah satu tokoh dalam novel El Filibusterismo yang ditulis Jose Rizal pada 1891.

"Seluruh kisah di novel itu, Mas, konon, menyiratkan api yang sudah membayang dalam sekam: Rizal, yang kemudian jadi pahlawan Filipina, telah memutuskan untuk memilih jalan pembebasan dari Spanyol," kata Paklik tiba-tiba seolah-olah bisa membaca pikiran saya.

Saya terdiam. Paklik meneruskan kata-katanya.

"Mungkin sampean perlu tahu juga Mas, pada saat yang sama Rizal sebetulnya juga ragu, apakah jadinya Filipina kelak, setelah orang-orang Spanyol ditendang dengan keras dan orang bumiputra memerintah sehabis revolusi selesai membantai.

Kemerdekaan kadang memang mencemaskan.

Selalu memang ada alasan untuk cemas bahwa kemerdekaan bisa jadi demikian abstrak dan luas, hingga bisa berlaku bagi orang yang tersinting sekalipun.

Kebebasan memang mengandung hal-hal yang mencemaskan. Tapi justru karena itu ia memikat banyak orang. Kemerdekaan, dengan demikian, adalah semacam sensasi.

Mungkin itulah sebabnya kita harus meninjau kemerdekaan dengan cara lain.  Kemerdekaan bukanlah semacam ruangan, dengan ukuran pasti dan mutlak dan kita bisa dengan mudah berkata, bahwa kurang dari itu berarti penindasan dan lebih dari itu adalah anarki. Kemerdekaan mungkin perlu dilihat sebagai sesuatu yang
terletak dalam situasi yang dinamis."

Saya tetap diam. Paklik Isnogud pergi, entah ke mana.....Mungkin dia mencari kemerdekaannya sendiri.
 


Posted at 7:45:43 am by pecas ndahe
baca pecahan ndasmu (4)  

Next Page