"Pecas ndahe" itu pelesetan dari kata "pecah ndase". Ini sejenis umpatan khas anak muda di Jogja dan Solo. Arti sesungguhnya adalah pecah kepalanya, lalu berubah menjadi sebuah arti kiasan. Di Solo, ada sebuah grup musik humor yang menggunakan nama yang sama. Blog ini tak ada hubungannya dengan mereka.

Cara Baru Berbelanja

   

<< May 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31


Detikcom mengendus blog ini pada 15 Maret 2006. Komentarnya begini, "Kalau sedang penat dan kaku-kaku otak, akibat terlalu lama bekerja, daripada kepaha pecal beneran ada untungnya juga membuka blog pecasndahe ini. Hitung-hitung hemat ongkos 'obat stres' ke psikiater. Selamat berpecal kepaha!" Selengkapnya klik di sini ...



Persyarekatan:

Klangenan:

Prokonco:

Top100 Bloggers
Blogs

Indonesia Top Blog

HelpJogja.net


selalu ada kejutan di balik setiap tikungan kehidupan.


Woro-woro (dahulu disclaimer): Saya akan berterima kasih kalau para pengutip menyebutkan blog ini sebagai sumber. Mohon memberi tahu kalau ada pihak-pihak yang keberatan atas isi blog atau merasa hak ciptanya dilanggar.


Google PageRank Checker Tool

Subscribe with Bloglines

Feed Burner

News Around The World:

referer referrer referers referrers http_referer


desain #1 [27/05/05]
desain #2 [21/04/06]
desain #3 [10/05/06]
desain #4 [09/06/06]
desain #5 [10/07/06]
desain #6 [04/08/06]
desain #7 [15/08/06]
desain #8 [22/09/06]
desain #9 [19/10/06]
desain #10 [03/11/06]


My blog is worth $66,051.18.
How much is your blog worth?


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Sunday, May 28, 2006
Uang Pecas Ndahe

Apa arti uang buat sampeyan? Sekadar alat tukar? Upah kerja? Atau apa? Saya ingat Oliver Stone pernah berujar, "Uang adalah sex buat dasawarsa 80 -- sesuatu yang bisa membuat orgasme."

Sutradara Hollywood itu tentu saja sedang mencemooh orang Amerika yang pada tahun-tahun itu sedang kemaruk uang. Ekonomi sedang tumbuh di bawah komando Ronald Reagan. Tetapi apa arti jumlah ribuan dolar itu bagi orang Amerika, mungkin juga buat kita, jika sebenarnya tak perlu ada jerih payah mencapainya?

Seseorang pernah membisikkan kepada saya bahwa penghasilan Mas Gambang Tribandempo yang sering kita lihat di televisi itu Rp 250 juta sebulan. Mungkin lebih. Tetapi bagaimana sebenarnya ia dapat menghasilkan itu, saya tak pernah bisa membayangkan. Bahkan, terus terang, saya tak pernah membayangkan bahwa dia "bekerja" dalam arti seperti saya dan sampeyan bekerja. Ada yang bilang, ia cuma ongkang-ongkang kaki di rumah. Selebihnya keluyuran.

Dia bukan yuppies seperti yang disebut-sebut di Amerika itu, meskipun mungkin dia mengendarai BMW X5, makan kaviar, minum sampanye Dom Perignon dan menenggak Chivas Regal yang sudah tersimpan 12 tahun. Dan, ini yang penting, punya istri simpanan.

Setidaknya, meskipun masih tergolong muda, meskipun dia orang kota besar, dia bukan profesional. Kelebihannya hanya: dia dilahirkan di keluarga yang tepat di saat yang tepat dan dengan koneksi yang tepat. Dia termasuk dari suatu kekuasaan atau posisi yang bisa menyebabkan orang datang dan memberikan uang. Ia mungkin bagian dari generasi yang tumbuh dalam dasawarsa ini.

Lalu apa arti uang buat orang seperti dia? Mungkin sekadar tumpukan kertas atau gobang. Mungkin sesuatu yang bisa membuatnya orgasme. Saya tak tahu.

Di hari Minggu yang tenang dan lengang seperti sekarang ini, saya cuma tahu satu hal: saya butuh istirahat dan tak memikirkan uang. Uang cuma bikin pecas ndahe.

Sebab, saya tahu di luar sana, nun jauh di Yogyakarta, ada ribuan orang yang tak cuma butuh uang saat ini. Sehabis dihajar gempa bumi, mereka tentu membutuhkan lebih banyak daripada sekadar uang....


Posted at 9:01:52 am by pecas ndahe
kirimkan pecahan ndasmu  

Next Page