"Pecas ndahe" itu pelesetan dari kata "pecah ndase". Ini sejenis umpatan khas anak muda di Jogja dan Solo. Arti sesungguhnya adalah pecah kepalanya, lalu berubah menjadi sebuah arti kiasan. Di Solo, ada sebuah grup musik humor yang menggunakan nama yang sama. Blog ini tak ada hubungannya dengan mereka.

Cara Baru Berbelanja

   

<< May 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31


Detikcom mengendus blog ini pada 15 Maret 2006. Komentarnya begini, "Kalau sedang penat dan kaku-kaku otak, akibat terlalu lama bekerja, daripada kepaha pecal beneran ada untungnya juga membuka blog pecasndahe ini. Hitung-hitung hemat ongkos 'obat stres' ke psikiater. Selamat berpecal kepaha!" Selengkapnya klik di sini ...



Persyarekatan:

Klangenan:

Prokonco:

Top100 Bloggers
Blogs

Indonesia Top Blog

HelpJogja.net


selalu ada kejutan di balik setiap tikungan kehidupan.


Woro-woro (dahulu disclaimer): Saya akan berterima kasih kalau para pengutip menyebutkan blog ini sebagai sumber. Mohon memberi tahu kalau ada pihak-pihak yang keberatan atas isi blog atau merasa hak ciptanya dilanggar.


Google PageRank Checker Tool

Subscribe with Bloglines

Feed Burner

News Around The World:

referer referrer referers referrers http_referer


desain #1 [27/05/05]
desain #2 [21/04/06]
desain #3 [10/05/06]
desain #4 [09/06/06]
desain #5 [10/07/06]
desain #6 [04/08/06]
desain #7 [15/08/06]
desain #8 [22/09/06]
desain #9 [19/10/06]
desain #10 [03/11/06]


My blog is worth $66,051.18.
How much is your blog worth?


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Sunday, May 21, 2006
Pekerjaan Pecas Ndahe

Mencari pekerjaan itu katanya sama sulitnya dengan mencari jodoh. Ada saja orang yang merasa gamang dengan apa yang telah dilakoni bertahun-tahun. Di saat yang sama, lowongan pekerjaan tak terlalu banyak. Problem umum atau sekadar kejenuhan sesaat?

Mat Gosip, kawan saya yang jadi wartawan media gosip itu, datang lagi dengan pertanyaan mengagetkan, "Mas, sampeyan punya lowongan pekerjaan nggak?"

Ditanya mendadak begini, saya bingung juga. "Lah memangnya sampeyan sudah bosan jadi kuli gosip?"

"Begitulah. Saya ingin mencari pekerjaan lain, yang berbeda sama sekali dari yang sekarang. Jadi wartawan itu ternyata makan hati. Dan gajinya ndak seberapa...."

"Hahaha....sik, sik, sik.....gajinya ndak seberapa itu berapa? Lah wong sampeyan ini saya lihat kok ndak begitu. Sampeyan tinggal di apartemen. Sehari-hari naik sedan gres. Handphone gonta-ganti. Lah kok mengeluh gaji ndak seberapa itu kan kebangetan."

"Itu kan kelihatannya saja, Mas. Apartemen dan mobil itu masih nyicil, Mas. Handphone ini fasilitas kantor. Buat hidup sehari-hari, ya pas-pasan."

"Wah, itu sih sudah lebih dari pas-pasan, Mat. Nyicil apartemen, biarpun kredit, kan sudah berapa juta tuh. Belum cicilan mobil, minimal kan tiga juta sekian. Lah kok sampeyan bilang pas-pasan itu lo. Padahal di luar sana, banyak orang yang ndak bisa kayak sampeyan itu."

"Mas, saya kan juga butuh bergaul. Sosialisasi, Mas. Butuh hiburan. Butuh jalan-jalan. Semua itu ada ongkosnya. Kalau ndak bergaul, saya ndak punya apa-apa, Mas. Modal pekerjaan saya itu ya bergaul. Tanpa gaul, ndak ada berita, Mas."

"Lah, kantor sampeyan kan mestinya ikut mbayari ongkos gaul sampeyan itu kan? Mestinya sampeyan ya ndak usah kekurangan ongkos. Jangan-jangan sampeyan butuh ongkos yang lain ya?"

"Sudahlah, Mas. Pokoknya saya bosen. Saya butuh kerjaan lain. Sampeyan punya ndak?

"Oalah, Mat...Mat. Zaman sudah sore begini sampeyan nyari pekerjaan. Susah, Mat, Yang nganggur saja banyak. Berjuta-juta. Lah sampeyan yang sudah punya pekerjaan kok malah mau nambahi persaingan, nyari pekerjaan baru. Nyebut, Mat. Nyebut."

"Semprul. Lah kok malah nyuruh saya nyebut itu loh. Aku ini butuh tenan. Kalau ndak butuh ya ndak nanya sampeyan."

"Sik, Mat. Sampeyan ini mau nyari kerjaan baru itu kenapa?"

"Bosen, Mas. Bertahun-tahun ketemu orang yang gombal semua. Ngomongnya pun gombal juga. Wis jan, pecas ndahe tenan. Lama-lama saya mikir, jangan-jangan saya ndak cocok kerja begini. Saya mau nyari kerjaan lain aja, yang ndak banyak ketemu orang saja, yang gajinya gede."

"Oooh ada, Mat. Ini kerjaan ndak ketemu orang. Gajinya gede. Sampeyan mau jadi tukang gosok giginya macan di Taman Safari?"

"Hahaha.....semprul."


Posted at 1:53:28 pm by pecas ndahe
baca pecahan ndasmu (2)  

Next Page