"Pecas ndahe" itu pelesetan dari kata "pecah ndase". Ini sejenis umpatan khas anak muda di Jogja dan Solo. Arti sesungguhnya adalah pecah kepalanya, lalu berubah menjadi sebuah arti kiasan. Di Solo, ada sebuah grup musik humor yang menggunakan nama yang sama. Blog ini tak ada hubungannya dengan mereka.

Cara Baru Berbelanja

   

<< May 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31


Detikcom mengendus blog ini pada 15 Maret 2006. Komentarnya begini, "Kalau sedang penat dan kaku-kaku otak, akibat terlalu lama bekerja, daripada kepaha pecal beneran ada untungnya juga membuka blog pecasndahe ini. Hitung-hitung hemat ongkos 'obat stres' ke psikiater. Selamat berpecal kepaha!" Selengkapnya klik di sini ...



Persyarekatan:

Klangenan:

Prokonco:

Top100 Bloggers
Blogs

Indonesia Top Blog

HelpJogja.net


selalu ada kejutan di balik setiap tikungan kehidupan.


Woro-woro (dahulu disclaimer): Saya akan berterima kasih kalau para pengutip menyebutkan blog ini sebagai sumber. Mohon memberi tahu kalau ada pihak-pihak yang keberatan atas isi blog atau merasa hak ciptanya dilanggar.


Google PageRank Checker Tool

Subscribe with Bloglines

Feed Burner

News Around The World:

referer referrer referers referrers http_referer


desain #1 [27/05/05]
desain #2 [21/04/06]
desain #3 [10/05/06]
desain #4 [09/06/06]
desain #5 [10/07/06]
desain #6 [04/08/06]
desain #7 [15/08/06]
desain #8 [22/09/06]
desain #9 [19/10/06]
desain #10 [03/11/06]


My blog is worth $66,051.18.
How much is your blog worth?


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Tuesday, May 16, 2006
Ludah Pecas Ndahe

Bayangkan begini, sampeyan sedang naik motor atau menyetir mobil. Tiba-tiba dari arah berlawanan ada angkot menyalip kendaraan di depannya dengan mengambil jalur kanan sampai jauh. Sampeyan pun terpaksa mepet ke kiri atau malah keluar jalur. Apa yang sampeyan lakukan? Nginjak rem dan misuh-misuh?

Buruh-buruh di pabrik tempat saya bekerja membahas kejadian itu beberapa malam yang lalu. Tentu saja setelah lonceng tanda waktu berhenti kerja berdentang. Biasalah, para buruh selalu ngumpul dulu sambil memanaskan sepeda motor sebelum pulang ke rumah. Mereka reriungan di tempat parkir. Topik obrolannya macam-macam, dari ngrasani ndoro bos, mengumbar sumpah serapah pada manajemen yang suka memeras tenaga buruh tanpa terkira, sampai obrolan ringan bin remeh-temeh seperti soal angkot kurang ajar itu.

Si Gondes, buruh yang paling ceria di pabrik, bercerita. Ia pernah mengalami kejadian seperti itu. Apa yang dia lakukan?

"Mobil aku rem abis, Mas. Terus saya ludahin angkot itu. Tapi sampeyan tahu, ternyata aku lupa buka jendela. Ya sudah, ludahku pun nempel di kaca jendela, kekekekek.... " Si Gondes bercerita sambil terkekeh.

"Oh iya, aku juga pernah kayak gitu," Si Bolor, buruh berkacamata minus itu, tak mau kalah. "Waktu itu aku naik motor dan dipepet metromini. Karena panik dan saking jengkelnya, aku juga langsung meludahi itu metromini. Eh, ternyata aku lupa masih pakai helm full face. Asyu tenan. Ambune kuwi, lo...."

Saya ikut ngakak mendengar cerita Si Bolor itu. Ungkapan menelan ludah sendiri ternyata benar-benar pas buat menggambarkan nasib apes si Bolor. Sampeyan juga bisa bayangkan sendiri betapa baunya itu ludah dari mulut yang nyaris seharian tak digelontor air itu. Pasti pait bukan main, minimal apeknya itu lo. Wah, jan pecas ndahe tenan .... Big Smile


Posted at 1:44:56 pm by pecas ndahe
baca pecahan ndasmu (2)  

Next Page