Ini lelucon tentang seorang pengendara motor. Namanya Gampil. Oleh
teman-temannya, dia dijuluki si Pelupa karena sering lupa bawa helm,
SIM, dan STNK. Padahal ia ke mana-mana naik sepeda motor. Suatu hari Gampil distop seorang opas di tengah jalan.
Opas : "Saudara tahu kenapa saya stop?"
Gampil : "Sumpah, Pak, saya nggak tahu."
Opas : "Mestinya Anda pakai helm, bukan pakai selendang. Untuk itu Anda
saya tilang."
Gampil : "Apa nggak bisa damai, Pak? Bukankah damai itu indah?"
Opas : "Enggak ah... Anda tetap saya tilang."
Tiga hari kemudian Gampil distop lagi oleh opas yang sama.
Gampil : "Ada apa lagi, Pak? Saya sekarang sudah pakai helm."
Opas : "Saya cuma iseng pengen periksa. Coba tunjukkan surat-surat!"
Setelah memeriksa, si opas tersenyum girang...
Opas : "Tuh kan bener feeling saya, Anda nggak bawa SIM, harus
ditilang."
Gampil : "Apa gak bisa damai, Pak ? Katanya damai itu indah?"
Opas : "Ogah ah... Anda tetap saya tilang."
Tiga hari berikutnya, lagi-lagi Gampil distop oleh opas yang
sama.
Gampil : "Silakan periksa, Pak. Saya sudah pakai helm, sudah bawa SIM. Bapak
akan kecewa."
Setelah memeriksa, pak opas lagi-lagi tersenyum girang...
Opas : "Tuh, kan bener feeling saya. Anda nggak bawa STNK, harus ditilang."
Gampil : "Apa gak bisa damai, Pak? Bukankah damai itu indah?"
Opas : "Nggak usah ya... Anda tetap saya tilang."
Tiga hari kemudian lagi, Gampil masih juga distop oleh opas yang
sama. Kali ini sambil bergoyang dombret tanda kegirangan, Gampil berniat meledek pak opas.
Gampil : "Silakan periksa, Pak. Saya sudah pakai helm, sudah bawa SIM,
bawa STNK pula. Bapak tentu akan stres dan kecewa."
Opas : "Saya tahu itu, tapi yang saya nggak habis pikir, kenapa Anda tidak mengendarai motor?"
Posted at 9:16:24 am by pecas ndahe
tautan tetap