Sebuah kota bisa bercerita tentang banyak hal: warganya, kebersihannya,
keunikannya, dan sebagainya. Saya menemukan cerita yang lain tentang
sebuah kota ketika Jumat dan Sabtu kemarin jalan-jalan ke sana. Cerita
tentang aliran listrik yang sering byar-pet dan membuat warganya pecas
ndahe.

Kota
itu bernama Balikpapan, ladang minyak di Kalimantan Timur. Baru pertama
kali ini saya menginjakkan kaki di Balikpapan. Kesan pertama saya
begitu melihat kota ini adalah tertib dan bersih.
Tertib
karena lalu lintasnya relatif lancar dan angkotnya tak suka berhenti
sembarangan seperti angkot Jakarta. Bersih karena saya tak melihat
tumpukan sampah di pinggir jalan. Tak heran bila Balipapan untuk
kesekian kalinya meraih penghargaan sebagai kota terbersih di
Kalimantan Timur. Cuma, ternyata ada tapinya, Balikpapan bukan kota
yang bersahabat bagi penikmat listrik.
Listrik di Balipapan
seperti nyala api lilin yang ditiup badai, mati melulu. Waktu saya ke
sana, sudah empat kali listik hidup dan mati sejak pagi. Seorang teman
bercerita, Balikpapan memang langganan listrik mati. Saking seringnya,
warganya nyaris putus asa. Pabrik setrum Balikpapan pun tak jarang jadi
sasaran makian dan umpatan.
Sumpah serapah itu ditampung di rubrik
Kring Kotaku di harian
Kaltim Pos.
Jumat kemarin, rubrik itu menerima ratusan pesan pendek senada yang
isinya, apalagi kalau bukan sumpah serapah kepada PLN. Jika
diakumulasi, tak kurang dari seribu keluhan warga disuarakan kepada PLN
dalam seminggu terakhir.
Hari itu tampaknya puncak
kekecewaan warga pada PLN. Bukan cuma mengirim pesan pendek, puluhan
warga menelepon dan ngotot agar keluhan mereka dimuat di koran. Mereka
protes karena lagi tegang-tegangnya nonton semifinal bulutangkis antara
Indonesia vs China di televisi, listrik tiba-tiba padam. Warga tambah
dongkol karena saat nomor gangguan PLN dihubungi, suara yang terdengar
di ujung telepon justru seperti lolongan srigala.
"PLN,
kalian sungguh tak punya rasa nasionalisme. Kalau saja PLN itu bisa
jadi istriku, kukawini dan langsung kutalak tiga!" begitu bunyi sebuah
SMS dari warga yang dongkol itu.
PLN ternyata benar-benar Pabrik Lilin Negara ....
Posted at 3:40:35 pm by pecas ndahe
tautan tetap