Hari ini anak sulung saya terima rapot. Sebagai orang tua yang baik, [

] tentu saja saya harus datang ke sekolahnya untuk mengambil rapot itu.
Lah wong gurunya yang minta je, masa saya ndak datang? Saya juga
penasaran, pengen tahu bagaimana bapak dan ibu gurunya memberi nilai.
Kira-kira bagus nggak ya?
Si sulung sih ndak peduli nilai
rapotnya bagus atau jelek. Yang penting buat dia itu adalah kesempatan
liburan yang bakal dia nikmati setelah terima rapot. Preinya seminggu
pol. Apalagi saya sudah berjanji mengajak dua bedhes itu, si sulung dan
adiknya, jalan-jalan ke luar kota setelah mengambil rapot. Tentu saja
dia jingkrak-jingkrak kesenengan.
Yang kecil malah sudah
tak sabar sejak beberapa hari yang lalu. Hampir setiap jam dia tanya,
"Ayah, kita mau ke mana? Ke pantai dong. Berenang lagi ya? Boleh bawa
pancing nggak? Nanti kita foto-foto, ya!" Wah, jan persis kaset rusak
....
Tapi, begitu ditanya kayak gitu, giliran saya yang mumet. Soalnya belum
gajian je. Sebagai buruh upahan harian, dompet saya justru lagi
kempes-kempesnya sekarang. Saya bingung mau ngajak bedhes-bedhes itu ke
mana. Pecas ndahe tenan ini.
Mau ngajak main layangan di
rumah saja kok ya ndak tega. Bedhes-bedhes itu tentu butuh suasana
lain. Mau ngajak jalan-jalan ke mal saja seperti biasanya, kok ya
kurang pantes. Lah wong liburnya seminggu je, apa ya tiap hari terus ke
mal? Bisa pecas ndahe. Boros, kang!
Ah, embuhlah. Nanti saya
pikir-pikir lagi enaknya ke mana. Yang penting saya mau pamit dulu sama
sampeyan. Mulai besok, saya ndak nge-
blog dulu. Takut diprotes bedhes-bedhes itu.
Nyuwun sewu yo sederek-sederek kabeh.
Tak ada kabar baru di blog ini sampai pekan depan. Maaf. Janji deh,
sepulang jalan-jalan nanti, saya bawakan oleh-oleh cerita yang bikin
sampeyan pecas ndahe.
Salam.
Posted at 9:53:48 am by pecas ndahe