Ini
mungkin rumput termahal di dunia. Bayangkan, dengan ukuran cuma
seuprit, 30 x 20 sentimeter, harganya US$ 90 atau hampir Rp 1 juta.
Benar-benar bikin
pecas ndahe, kan?
Rumput apaan tuh? Asli atau imitasi? Siapa yang jual?
Tenang sodara-sodara. Ini memang rumput asli, hidup, dan khusus. Rumput yang "diobral" itu diambil dari hamparan rerumputan Olympic Stadium,
Berlin, tempat berlangsungnya final Piala Dunia 2006. Stadion ini dulu
pernah dipakai sebagai tempat berlangsungnya Olimpiade Berlin pada
1936, waktu Nazi sedang jaya-jayanya.
Yang menjual adalah sebuah perusahaan mail-order Jerman, Quelle.
Kalau berminat, sampeyan bisa pesan mulai sekarang, tapi rumputnya baru
dikirim setelah semua pertandingan Piala Dunia selesai. Saya barusan
baca beritanya di Daily Telegraph.
Saya penasaran, siapa ya kira-kira yang benar-benar beli rumput itu
nanti? Saya bayangkan, rumput itu kan pasti bakal diludahi para pemain
sepakbola dunia yang bertanding. Sisa-sisa ludahnya Beckham atau
Ronaldinho yang apek itu pasti nempel di ujung rumput. Anjing-anjing
herder penjaga keamanan stadion mungkin juga pipis di atas rumput itu.
Ih, pesing! Apa ya ada orang yang masih mau beli rumput pesing itu?
Gengsinya sih, tinggi ya kalau sampeyan bisa beli rumput bekas
pertandingan sepak bola tingkat dunia. Tapi, kalau saya kok ogah. Nggak
ngaruh. Mending uangnya buat beli sesuatu yang lebih bermanfaat atau
disumbangkan ke panti asuhan. Haiyah! 
Kalau sampeyan tertarik beli nggak?
Posted at 5:49:58 pm by pecas ndahe