Shakespeare pernah bilang, "Apalah artinya sebuah nama."
Kalau dia masih hidup, dan sempat ke Austria, mungkin dia akan berpikir
ulang. 

Saya tak tahu kenapa kota di
Austria
ini diberi nama F***ing. Soalnya, papan nama kota ini membuat
orang-orang yang kebetulan lewat jadi tergoda untuk mencurinya. Buat
suvenir gitu, katanya. Kalau dipasang lagi, eh besoknya pasti sudah
hilang. Saking seringnya papan nama itu dicuri, dipasang yang baru,
lalu dicuri lagi, pemerintah daerah setempat memutuskan sesuatu yang
radikal.

Wali
Kota Siegfried Hauppl memerintahkah agar papan nama kotanya dibuat dari
bahan yang kuat dan ditaruh di tempat yang kokoh sehingga susah
dicolong.
Papan nama itu dibuat dari baja dan ditancapkan di
atas sebuah tatakan beton. "Pokoknya butuh waktu semalam kalau mau
membongkarnya," kata Pak Wali Kota.
Belum terdengar beritanya
lagi apakah papan nama baru itu sudah hilang atau belum. Yang jelas,
katanya, masih banyak turis yang lewat di kota yang terletak di dekat
Salzburg itu dan berfoto di dekat papan nama kota yang ganjil itu. Biasa, buat kenang-kenangan. Yah, kayak orang kita juga sih.
Pak
Wali Kota Hauppl bercerita, meski banyak turis datang ke kotanya dan
menghamburkan uangnya, warga setempat sudah capek menggonta-ganti papan
nama kotanya. Ia berharap papan nama baru itu tak dicolong lagi.
Lagian kota kok namanya nyentrik gitu ....

... Sudah kebayang apa yang akan terjadi kalau papan nama yang sama ada di dekat Jakarta.
Posted at 10:09:34 am by pecas ndahe