Hampir setiap pagi saya mendengarkan radio. Pilihan saya, kalau bukan
Elshinta yang menyiarkan info lalu lintas itu, ya
iRadio yang dipandu oleh duet tukang
ndobos sejati, Poetri Soehendro dan Rafiq.
Topik yang mereka siarkan selalu berbeda-beda, tapi nyaris selalu
membuat saya selalu tersenyum atau paling tidak nyengir. Tadi pagi
mereka ngobrol tentang orang keracunan.
Obrolan mereka ngalor ngidul ndak keruan sampai akhirnya Poetri dan Rafiq bercerita tentang pengalaman mereka dengan
mushroom,
itu lo jamur yang bisa bikin teler. Anak Jogja yang sering dolan ke
Pantai Parangtritis pasti pernah mendengar atau mencoba jamur gendeng
yang terkenal itu.
Syahdan Poetri pergi ke Bali dengan
seorang teman perempuannya. Entah gimana ceritanya, temen si Poetri itu
memakan jamur yang dicampur telor dadar. Terang saja dia teler berat
dan mengalami halusinasi.
Dalam keadaan mabok itu si temen
tiba-tiba bertanya. "Poet, kenapa sih elo mau berteman ama gue?" Poetri
balik bertanya, "Emang kenapa lo nanya gitu?"
"Soalnya aku kan sepatu," jawab temennya.
Tentu saja si Poetri ngakak abis. Tapi, dasar orang baik, dia membiarkan temennya berhalusinasi. "Gue kasihan," alasannya.
Berhubung hari sudah malam, Poetri pun meminta temannya itu istirahat
dan tidur. "Ini udah malam, sekarang tuan putri sepatu sikat gigi dulu
aja ya, terus bobo," ajak Poetri dengan lemah lembut.
Temannya nurut. Ia masuk kamar mandi dan menyikat giginya. Poetri menarik selimut dan tidur.
Besok paginya, begitu bangun Poetri pun langsung mencari temannya untuk
melihat keadaannya, sudah sembuh atau masih berhalusinasi. Eh, ternyata
temannya itu tak ada di tempat tidur. Karena penasaran, Poetri
celingak-celinguk mencarinya ke sana kemari.
Di manakah dia?
Ternyata di kamar mandi. Ngapain? "Temen gw itu masih menyikat giginya
dari tadi malam dan belon brenti-brenti," kata Poetri sambil ngakak.