Orang-orang
periklanan sering menggunakannya sebagai bagian dari kampanye sebuah
produk atau jasa. Biasanya ditaruh di bawah nama atau logo sebuah
perusahaan. Kita menyebutnya sebagai
tagline. Sebuah
tagline atau motto atau slogan biasanya mencerminkan apa yang
mau mereka "jual". Bisa pula mencerminkan semangat, atau visi dan misi
perusahaan yang bersangkutan.
Pembuat telepon genggam Nokia, contohnya, punya slogan "Connecting
People". Panasonic "Ideas for Life." Harian Kompas "Semangat Hati
Nurani Rakyat." Tempo "Enak Dibaca dan Perlu," dan seterusnya.
Di ranah penerbangan dalam negeri, setiap maskapai penerbangan juga punya
tagline
masing-masing. Maunya sih pasti sebagai daya tarik marketing juga.
Maskapai Air Asia, umpamanya, punya motto "Now Everyone Can Fly." Adam
Air "The Boutique Airline," dan Wings Air "Flying is Cheap."
Tapi, seiring banyaknya insiden yang menimpa pesawat-pesawat
low cost carrier itu, kayaknya
tagline mereka juga mesti diubah deh. Paling tidak kita bisa main-main dengan bisa memplesetkannya seperti di bawah ini ....

... (mohon maaf kalau ada yang tersinggung dan tak hatinya tak berkenan).
Now Everyone Can Die
The Brisik Airline
Trust Us To Die 
The Badline of Indonesia

Dully Airlines

Forget The Feeling

We Make People Cry

Your Dying Partner
Wings Air (maaf logo belum tersedia)
Dying Is Cheap
Posted at 1:23:49 pm by pecas ndahe