Seandainya
punya duit 60 juta poundsterling atau setara dengan Rp 90 miliar,
sampeyan mau ngapain? Menabung? Keliling dunia? Beli rumah mewah,
pesawat jet pribadi? Nikah lagi? Atau malah pingsan mendadak?
Kalau
begitu, sampeyan memang belum bakat jadi orang kaya. Soalnya, orang
kaya seperti Putra Sampoerna, multijutawan, mantan pemilik perusahaan
rokok Sampoerna itu, ternyata tahu benar cara memanfaatkan duit segitu
banyak. Ia tak beli rumah. Ia tak cari mobil keren. Ia tak beli pesawat
pribadi. Ia pun tak perlu menikah lagi.
Sampeyan tahu apa yang dilakukan Sampoerna dengan Rp 90 miliar? Lewat rumah judi
Mansion,
dia menggelontorkan uangnya, menjadi sponsor klub sepakbola raksasa
Inggris, Machester United. Saya baru saja baca beritanya di
The Guardian.
Menurut berita itu,
Mansion
-- perusahaan perjudian yang bermarkas di Gibraltar -- milik Sampoerna,
secara resmi akan mengumumkan kerja sama itu dalam beberapa hari lagi.
Dengan kerja sama
sponsorship
itu, nama Mansion berhak dipasang di kaos tim United selama empat tahun
ke depan, menggusur Vodafone yang mengakhiri kontraknya musim ini.
Jadi, jangan kaget kalau pada musim kompetisi mendatang kita akan
melihat Christian Ronaldo, Wayne Rooney, Saha, memakai kaos berlogo
Mansion yang mirip logo rokok Sampoerna itu. Jangan kaget pula jika
sebentar lagi Putra Sampoerna jadi orang yang paling dicari wartawan
Indonesia.
Tiba-tiba ingatan saya melayang pada bayi-bayi
yang kelaparan, kurang gizi. Saya terbayang anak-anak yang terpaksa
belajar di bawah atap langit karena gedung sekolahnya ambruk dan belum
dibangun lagi lantaran tak ada sumbangan dari pemerintah. Betapa
senangnya mereka bila mendapat sedikit bagian dari Rp 90 miliar itu.
Sedikit saja. Beberapa juta rupiah saja. Daripada cuma ngongkosin klub
sepakbola di negara yang sudah kaya raya, mending dia menyumbangkan
sebagian uangnya ke sini. Lebih baik uangnya dibelikan vaksin
antipolio, tentu lebih bermanfaat.
Ah, kenapa saya mendadak
jadi nyinyir begini? Sentimentil. Sinis. Lagi pula kalau hasil
judi itu benar-benar mau disisihkan buat nyumbang anak sekolah dan
orang miskin, seperti yang dikhawatirkan si Mbilung kawan saya itu,
jangan-jangan malah memicu kontroversi baru. Orang-orang unjuk rasa
menolak sumbangan dari Mansion.
Pecas ndahe, kan?