Si Mbilung kawan saya itu tadi pagi pamit mau berangkat ke Timor Leste. "Ada tugas di sana, Mas," katanya.
Dasar si Mbilung, dengan sedikit sinis dia bilang, "Aku naik Wadam Air." Tentu saja saya khawatir.
Lah wong
pesawat Boeing 737-200 Adam Air baru saja mengalami insiden beberapa
pekan yang lalu. Peralatan navigasi dan komunikasinya macet. Akibatnya,
pesawat yang mestinya berangkat dari Jakarta menuju Makassar itu
kesasar dan mendarat di landasan kecil di Tambolaka, Nusa Tenggara
Timur. Melenceng jauh dari tujuan awalnya. Ternyata si Mbilung naik
Merpati Airlines. Untung.
Meskipun begitu, saya tetap
wanti-wanti pada si Mbilung. Jangan lupa mengingatkan pilot pesawatnya
untuk mengecek semua peralatan pesawat. Jangan lupa mengecek ban
pesawat, siapa tahu kempes. Jangan sampai gara-gara naik
low cost carrier, nyawa kita jadi taruhan. Mending kalau cuma nyasar, lah kalau sampai nyebur di laut. Amit-amit dah, jangan sampai kejadian.
Eh, si Mbilung menjawab, "Aku juga mau lihat pilotnya pakai handuk
kecil di lehernya atau nggak. Jangan-jangan kayak sopir truk itu loh,
Mas."
"Oh iya, betul itu. Jangan-jangan pramugari dan pramugaranya juga cuma pakai sarung."
Dan, kami pun ngakak bersama ..... Mudah-mudahan si Mbilung selamat sampai tujuan.
Posted at 7:51:53 pm by pecas ndahe