"Pecas ndahe" itu pelesetan dari kata "pecah ndase". Ini sejenis umpatan khas anak muda di Jogja dan Solo. Arti sesungguhnya adalah pecah kepalanya, lalu berubah menjadi sebuah arti kiasan. Di Solo, ada sebuah grup musik humor yang menggunakan nama yang sama. Blog ini tak ada hubungannya dengan mereka.

Cara Baru Berbelanja

   

<< March 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31


Detikcom mengendus blog ini pada 15 Maret 2006. Komentarnya begini, "Kalau sedang penat dan kaku-kaku otak, akibat terlalu lama bekerja, daripada kepaha pecal beneran ada untungnya juga membuka blog pecasndahe ini. Hitung-hitung hemat ongkos 'obat stres' ke psikiater. Selamat berpecal kepaha!" Selengkapnya klik di sini ...



Persyarekatan:

Klangenan:

Prokonco:

Top100 Bloggers
Blogs

Indonesia Top Blog

HelpJogja.net


selalu ada kejutan di balik setiap tikungan kehidupan.


Woro-woro (dahulu disclaimer): Saya akan berterima kasih kalau para pengutip menyebutkan blog ini sebagai sumber. Mohon memberi tahu kalau ada pihak-pihak yang keberatan atas isi blog atau merasa hak ciptanya dilanggar.


Google PageRank Checker Tool

Subscribe with Bloglines

Feed Burner

News Around The World:

referer referrer referers referrers http_referer


desain #1 [27/05/05]
desain #2 [21/04/06]
desain #3 [10/05/06]
desain #4 [09/06/06]
desain #5 [10/07/06]
desain #6 [04/08/06]
desain #7 [15/08/06]
desain #8 [22/09/06]
desain #9 [19/10/06]
desain #10 [03/11/06]


My blog is worth $66,051.18.
How much is your blog worth?


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Friday, March 03, 2006
Pamit Pecas Ndahe

Si Mbilung kawan saya itu tadi pagi pamit mau berangkat ke Timor Leste. "Ada tugas di sana, Mas," katanya.

Dasar si Mbilung, dengan sedikit sinis dia bilang, "Aku naik Wadam Air." Tentu saja saya khawatir. Lah wong pesawat Boeing 737-200 Adam Air baru saja mengalami insiden beberapa pekan yang lalu. Peralatan navigasi dan komunikasinya macet. Akibatnya, pesawat yang mestinya berangkat dari Jakarta menuju Makassar itu kesasar dan mendarat di landasan kecil di Tambolaka, Nusa Tenggara Timur. Melenceng jauh dari tujuan awalnya. Ternyata si Mbilung naik Merpati Airlines. Untung.

Meskipun begitu, saya tetap wanti-wanti pada si Mbilung. Jangan lupa mengingatkan pilot pesawatnya untuk mengecek semua peralatan pesawat. Jangan lupa mengecek ban pesawat, siapa tahu kempes. Jangan sampai gara-gara naik low cost carrier, nyawa kita jadi taruhan. Mending kalau cuma nyasar, lah kalau sampai nyebur di laut. Amit-amit dah, jangan sampai kejadian.

Eh, si Mbilung menjawab, "Aku juga mau lihat pilotnya pakai handuk kecil di lehernya atau nggak. Jangan-jangan kayak sopir truk itu loh, Mas."

"Oh iya, betul itu. Jangan-jangan pramugari dan pramugaranya juga cuma pakai sarung."

Dan, kami pun ngakak bersama ..... Mudah-mudahan si Mbilung selamat sampai tujuan.

Posted at 7:51:53 pm by pecas ndahe
kirimkan pecahan ndasmu  

Next Page