"Pecas ndahe" itu pelesetan dari kata "pecah ndase". Ini sejenis umpatan khas anak muda di Jogja dan Solo. Arti sesungguhnya adalah pecah kepalanya, lalu berubah menjadi sebuah arti kiasan. Di Solo, ada sebuah grup musik humor yang menggunakan nama yang sama. Blog ini tak ada hubungannya dengan mereka.

Cara Baru Berbelanja

   

<< February 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28


Detikcom mengendus blog ini pada 15 Maret 2006. Komentarnya begini, "Kalau sedang penat dan kaku-kaku otak, akibat terlalu lama bekerja, daripada kepaha pecal beneran ada untungnya juga membuka blog pecasndahe ini. Hitung-hitung hemat ongkos 'obat stres' ke psikiater. Selamat berpecal kepaha!" Selengkapnya klik di sini ...



Persyarekatan:

Klangenan:

Prokonco:

Top100 Bloggers
Blogs

Indonesia Top Blog

HelpJogja.net


selalu ada kejutan di balik setiap tikungan kehidupan.


Woro-woro (dahulu disclaimer): Saya akan berterima kasih kalau para pengutip menyebutkan blog ini sebagai sumber. Mohon memberi tahu kalau ada pihak-pihak yang keberatan atas isi blog atau merasa hak ciptanya dilanggar.


Google PageRank Checker Tool

Subscribe with Bloglines

Feed Burner

News Around The World:

referer referrer referers referrers http_referer


desain #1 [27/05/05]
desain #2 [21/04/06]
desain #3 [10/05/06]
desain #4 [09/06/06]
desain #5 [10/07/06]
desain #6 [04/08/06]
desain #7 [15/08/06]
desain #8 [22/09/06]
desain #9 [19/10/06]
desain #10 [03/11/06]


My blog is worth $66,051.18.
How much is your blog worth?


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Monday, February 06, 2006
Oslo Pecas Ndahe

Kalau sampeyan ndak punya duit banyak, miskin, jangan sekali-sekali tinggal di Oslo, bukan Solo, ya! Oslo itu ibu kota Norwegia, di Eropa sana.

Saya baru baca beritanya di Koran Tempo. Oslo dinobatkan sebagai kota termahal sejagat oleh organisasi Economist Intelligence Unit yang setiap tahun melakukan survei biaya hidup di 130 kota dunia.

Diumumkan Rabu pekan lalu, Oslo yang dulunya pelabuhan kuno Viking dan pusat pertumbuhan akibat booming minyak, sekarang menjadi tempat termahal berbisnis atau tinggal sebagai turis. Oslo menyingkirkan Tokyo yang selama 14 tahun terakhir ini menjadi kota paling mahal sedunia.

Peringkat kota termahal itu lengkapnya begini:
  1.  (3) Oslo (Norwegia)
  2.  (1) Tokyo (Jepang)
  3.  (8) Reykjavik (Islandia)
  4.  (2) Osaka (Jepang)
  5.  (4) Paris (Prancis)
  6.  (5) Kopenhagen (Denmark)
  7.  (7) London (Inggris)
  8.  (6) Zurich (Swiss)
  9.  (8) Jenewa (Swiss) -- trims buat pipit
  10.  (10) Helsinki (Finlandia)
Saya tak tahu, katakanlah berapa harga sepiring (kalau ada di sana) Indomie rebus rasa ayam bawang plus telur. Kalau di pinggir jalan Jakarta saja harganya rata-rata sudah Rp 3.000, di Oslo ada kemungkinan jadi Rp 30.000. Mungkin lebih. Apa ndak pecas ndahe itu?

Njuk berapa itu harga seliter bensin? Berapa harga sebungkus rokok? Sayang, saya belum pernah -- meski sebetulnya kepengen juga sekali-kali -- ngelencer ke Oslo. Pengen tahu berapa sih, harga barang-barang kebutuhan dasar hidup di sana. Apa ya benar-benar melambung setinggi langit dibanding di Jakarta?

Kantong saya dulu pernah dibikin kempes mendadak -- memang dasar miskin kali, ya -- ketika pesan segelas lemon tea di Pizza Hut Stockholm, Swedia. Masak harganya sekitar Rp 50 ribu. Padahal di restoran yang sama di Jakarta harganya tak sampai Rp 10.000.

Sampeyan pasti punya pengalaman yang sama ketika jalan-jalan di negeri luar sana. Terkaget-kaget ketika melihat harga jajanan di sana. Saya pengen tahu, contohnya, berapa sih harga secangkir kopi di Tokyo? Sekilo cabe di Roma? Sepiring nasi di London? Satu kalung Bvlgari di Paris? Wah, ini mah emang mahal ya .... Tongue

[Comment: Kadang-kadang saya merasa bersyukur tinggal di Indonesia. Biar susah sungguh. Biar miskin tapi masih bisa gaya]

Posted at 11:23:56 am by pecas ndahe
baca pecahan ndasmu (2)  

Next Page