"Pecas ndahe" itu pelesetan dari kata "pecah ndase". Ini sejenis umpatan khas anak muda di Jogja dan Solo. Arti sesungguhnya adalah pecah kepalanya, lalu berubah menjadi sebuah arti kiasan. Di Solo, ada sebuah grup musik humor yang menggunakan nama yang sama. Blog ini tak ada hubungannya dengan mereka.

Cara Baru Berbelanja

   

<< January 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


Detikcom mengendus blog ini pada 15 Maret 2006. Komentarnya begini, "Kalau sedang penat dan kaku-kaku otak, akibat terlalu lama bekerja, daripada kepaha pecal beneran ada untungnya juga membuka blog pecasndahe ini. Hitung-hitung hemat ongkos 'obat stres' ke psikiater. Selamat berpecal kepaha!" Selengkapnya klik di sini ...



Persyarekatan:

Klangenan:

Prokonco:

Top100 Bloggers
Blogs

Indonesia Top Blog

HelpJogja.net


selalu ada kejutan di balik setiap tikungan kehidupan.


Woro-woro (dahulu disclaimer): Saya akan berterima kasih kalau para pengutip menyebutkan blog ini sebagai sumber. Mohon memberi tahu kalau ada pihak-pihak yang keberatan atas isi blog atau merasa hak ciptanya dilanggar.


Google PageRank Checker Tool

Subscribe with Bloglines

Feed Burner

News Around The World:

referer referrer referers referrers http_referer


desain #1 [27/05/05]
desain #2 [21/04/06]
desain #3 [10/05/06]
desain #4 [09/06/06]
desain #5 [10/07/06]
desain #6 [04/08/06]
desain #7 [15/08/06]
desain #8 [22/09/06]
desain #9 [19/10/06]
desain #10 [03/11/06]


My blog is worth $66,051.18.
How much is your blog worth?


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Friday, January 27, 2006
Vulkanisir Pecas Ndahe

Tahukah sampeyan, apa penemuan teknologi terbesar sepanjang masa? Lampu? Telepon? Televisi? Mobil? Laser? Radar? Atau apa? Menurut saya, salah satu penemuan teknologi terbesar sepanjang masa itu ya roda atau ban.

Kenapa? Coba bayangkan, apa jadinya hidup kita sekarang tanpa benda berbentuk bulat padat itu. Sepeda, mobil, truk, kereta, pasti jalannya grunjal-grunjal, naik turun, tak senyaman dan semulus bila memakai roda. Kita bakal sulit mendorong benda berukuran raksasa tanpa bantuan roda yang dipasang di bawah kereta dorong. Bagaimana pula caranya menimba air dari sumur tanpa bantuan roda? Bagaimana pesawat terbang mendarat di landasan tanpa ban?

Kata para ahli fisika, seperti yang saya baca di buku-buku sekolah dulu, roda membantu kita memindahkan energi mekanis menjadi energi kinetis. Roda, umpamanya, mengubah tenaga yang kita keluarkan untuk menggenjot sepeda (gerak mekanis) menjadi sebuah daya dorong (kinetis). Begitu kira-kira. Mohon maaf kepada "Embahnya Fisika Indonesia", Yohannes Surya, kalau teori saya salah ...Tongue

Roda atau ban itu sangat penting buat semua kendaraan, dari sepeda sampai pesawat terbang. Kalau bannya nggak beres, akibatnya bisa fatal, seperti yang menimpa pesawat Lion Air dan Sriwijaya Air pada Rabu, 18 Januari, dan Selasa, 24 Januari.

Di situs Republika, ada berita soal ban pesawat yang nggak beres itu dan berakibat mengerikan. Di situ disebutkan bahwa roda depan (nose wheel) pesawat B 737 200 milik Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJY 071 itu mengelupas tak lama setelah tinggal landas dari Bandara Pangkal Pinang. Akibatnya, pesawat itu tergelincir ketika mendarat. Gila nggak? Masih untung, tak ada korban dalam insiden itu.

Kenapa ban itu bisa mengelupas? Kepala Humas PT Angkasa Pura II, Wasfan Wahyu Widodo, seperti dikutip di berita itu menyebutkan, "Saat persiapan mendarat diketahui bahwa ban depan terkelupas. Ya semacam vulkanisir yang lepas sebelum kemudian (kalau dibiarkan) bisa meletus."

Ban vulkanisir? Edan tenan. Seorang kawan tiba-tiba mengirim e-mail ke saya setelah membaca berita itu. "Aku langsung nyolot. Lah, montor mabur kok masih pakai ban vulkanisir koyo truk pasir?" katanya.

Eh, di Kompas hari ini malah ada tanggapan dari Sekretaris Jenderal Indonesian National Air Carriers Association Tengku Burhanuddin. Dia menanggapi rencana pemerintah yang akan melarang penggunaan ban bekas untuk pesawat di Indonesia.

Dia bilang bahwa di beberapa negara ban vulkanisir untuk pesawat memang masih diperbolehkan. Sayangnya, Pak Sekjen itu nggak bilang negara mana saja yang masih memperbolehkan dan jenis pesawat apa saja yang masih diperbolehkan memakai memakai ban vulkanisir.

Pak Sekjen itu menambahkan, "Tak masalah jika penggunaan ban vulkanisir dilarang. Namun harus dikaji terlebih dahulu berdasarkan hasil temuan di lapangan."

Lah, ini apa nggak secara implisit dia bilang, "Belum ada yang celaka karena memakai ban vulkanisir. Jadi kenapa dilarang?"

Kawan saya itu lalu meneruskan ocehannya di e-mail. Begini katanya. "Aku masih selalu saja kagum kalau lihat roda pesawat. Yang di Boeing 747-400 kalau nggak salah ada 18 roda. Nggak tahu kenapa, pikiran lantas lari-lari ke soal .... itu bahannya apa ya? Bannya diisi apa? Kalau tak salah, ban Concorde diisi dengan nitrogen."

"Yang aku heran, ban itu kok ya bisa menanggung beban begitu besar pada saat menyentuh landasan dengan kecepatan tinggi. Berapa sering itu ban diganti? Harganya berapa ya? Dan seterusnya."

Dia lalu iseng-iseng mencari info di internet soal ban pesawat Airbus seri A380, pesawat yang super gede itu. Dia nemu situs yang menyebutkan bahwa "At 18 1/2-feet tall, a single A380 body landing gear supports approximately 167 tons. That is the equivalent of holding up 2 1/2 Airbus A320 aircraft (including passengers and their luggage), 150 compact cars, or five blue whales."

"Biuh biuh....boooo abo abo....." Kawan saya terkagum-kagum. "Itu ban super kuat kayak gitu sepertinya berbahan dasar karet ya, Mas? Apa  petani karetnya apa ngeh ya , kalau hasil kerja mereka sehari-hari itu bisa jadi barang beginian?"

Terus terang saya ngakak ketika baca e-mail-nya. Kagum pada cara berpikirnya dan pikirannya yang iseng itu. Toh kawan saya itu mengaku belum kapok naik pesawat.

"Biarpun roda pesawat di Indonesia pakai ban vulkanisir, aku tetep nggak takut terbang, tapi jadi takut landing... Tongue " katanya.

Bagaimana dengan sampeyan? Masih berani naik pesawat yang memakai ban vulkanisir?

Posted at 4:57:49 pm by pecas ndahe
baca pecahan ndasmu (1)  

Next Page