Saya terpaksa
misuh-misuh
pagi ini. Mengumpat-umpat pada Mandala Airlines. Gara-gara maskapai itu
tak becus mengatur jadwal keberangkatan armadanya, saya terpaksa bangun
kepagian.
Ceritanya, kakak saya mau cuti ke Jogja pagi ini
naik Mandala. Karena jam keberangkatannya pukul 07.00, saya harus
bangun sekitar pukul 05.00, jauh lebih cepat dari biasanya, agar bisa
mengantarnya ke bandara Soekarno-Hatta.
Setelah mandi dan
beres-beres, pukul 06.00 tepat kami langsung meluncur bandara yang tak
jauh dari tempat tinggal saya. Cukup setengah jam untuk sampai di depan
terminal 1 C, tempat Mandala Airlines mangkal. Jelas belum terlambat
untuk
check-in dan
boarding.
Ternyata memang belum terlambat. Malah kepagian. Begitu sampai di meja
check-in, petugasnya bilang. "Maaf, kami belum buka. Penerbangan pertama hari ini nanti jam 09.45."
"Jam 09.45? Tapi jadwal penerbangan saya sesuai tiket jam 07.00 tepat," kata kakak saya sedikit kebingungan.
"Oh, itu diundur jam 09.45 nanti," kata si petugas enteng.
"Kok bisa?" Saya mulai melihat ada yang tak beres. "Kenapa tak ada pemberitahuan?"
"O enggak, seharusnya penumpang yang telepon ke sini untuk nanya," ia menjawab.
"Busyet deh. Gimana sih, kalian kerja?" kakak saya ikut-ikut naik darah. "Mestinya Mandala yang menghubungi kami
dong, penumpangnya. Bukan sebaliknya. Kenapa sekarang jadi kebalik-balik gini?"
"Maaf, biasanya juga gitu kok," jawab si petugas itu tetap tenang.
Biasanya juga gitu? Wah,
pecas ndahe.
Asyu, tenan iki! Ini jelas ngawur. Kayak gitu kok dianggap biasa?
Memangnya jadwal penerbangan selalu berubah-ubah tiap hari, sementara
jadwal yang tertera di tiket tak diganti? Sekarang 09.45, besok 07.00,
lusa, 8.30, besok lagi berubah lagi. Begitu? Lah, bagaimana penumpang
mendapatkan kepastian jadwal keberangkatannya kalau yang di tiket pun
ternyata "nggak janji, deh"?
Sebetulnya saya bisa
memperpanjang urusan, tapi ngotot pun tampaknya bakal percuma.
Pesawatnya toh tak ada juga. Daripada pagi-pagi dapat sial karena
terlalu banyak
misuh, kami memilih menjauhi meja
counter check-in dengan bersungut. Percuma berdebat.
Kualitas layanan maskapai penerbangan lokal memang rata-rata cuma begitu. Sudah jadi rahasia umum,
low cost carrier
nyaris selalu mengabaikan hak-hak konsumen, hak untuk mendapatkan
kepastian jadwal penerbangan, hak untuk mendapatkan jaminan keselamatan
dan keamanan selama penerbangan, hak untuk dilayani, dan seterusnya
.... Lihat saja ruang surat pembaca di koran-koran. Pasti banyak
keluhan tentang maspakapai penerbangan lokal.
Toh kakak
saya merasa cukup beruntung hanya karena jadwalnya saja yang tertunda.
Toh tak ada yang celaka. Begitu alasannya. Coba kalau gara-gara layanan
ndak mutu itu kita jadi gimana-gimana?
Ndak mau, kan?
Tapi saya masih penasaran. Gondok. Iseng-iseng saya lalu buka internet dan mengklik situs
Airline Quality Forum.
Ini tempat para konsumen penerbangan bisa memberi komentar atau keluhan
kepada maskapai tertentu. Saya klik bagian Mandala dan menemukan satu
komentar dari bekas penumpangnya, ditulis setahun yang lalu. Ini
kutipannya.
Mandala Airlines - by Yoga W Pramono
12 February 2005 Mandala
Airline from Padang to Jakarta. We surprised that in flight service was
fantastic. The foods was tasteful and lot (we got fried rice, nugget,
fruit, candy, hot tea and orange juice). The cabin and toilet was
clean. FA was professional do care, polite, beautiful and always smile.
The flight was on time. Pilot do professional. On ground service was
very efficient. We got a lot of service compare to cheap fare (about
IDR 350,000 or USD 38) on one and half hour flight. Saya curiga itu komentar pasti sudah direkayasa atau dia membuat komentar itu ketika lagi mabuk. Buktinya dia mengaku
surprised
karena "flight service was fantastic". Padahal apanya yang fantastik?
Dia juga menulis bahwa "the flight was on time." Kapan, Bung? Mimpi
kali, yeee.....
Semula saya tergoda mau menulis sumpah
serapah, umpatan, dan sebangsanya di kolom yang tersedia di situs itu.
Tapi saya batalkan. Komentar saya pasti bakal digasak gunting sensor
pengelolanya atau malah tak dimuat sekalian.
Pecas ndahe, to?
Saya tahu
sampeyan pasti juga pernah mengalami kesialan yang sama. Mungkin juga
sampeyan pernah mendapat pengalaman yang lebih menyebalkan dengan Mandala atau maskapai lain. Bagi-bagi dong, plis .....
INFO | Silakan klik
"hak penumpang pesawat terbang" kalau sampeyan merasa pernah dirugikan.