Petenis Rusia Maria Sharapova memang selalu bikin
pecas ndahe.
Ya wajahnya yang rupawan, tubuhnya yang sintal, gayanya yang ekspresif,
posenya di depan kamera yang kadang malu-malu, tangannya yang terangkat
ke atas setiap kali dia menyelesaikan pertandingan, dan sebagainya, dan
sebagainya.
Hari-hari ini saya makin tergila-gila
padanya. Pada gayanya berpakaian yang modis. Pada senyumnya yang
seronok. Pada dadanya yang padat. Pada semua yang ada dalam dirinya.
Setelah absen beberapa bulan karena cedera, Sharapova turun lagi di lapangan. Kali ini ia berlaga di turnamen
Grand Slam Australia Terbuka.
Sharapova is back!
Dan saya, juga pria-pria penikmat keindahan wanita itu, kembali bisa
menelanjangi setiap gerakan Sharapova detik demi detik, juga keindahan
tubuhnya inci demi inci.
Kita bisa melamunkan kibasan
rambutnya yang pirang itu, tubuhnya yang basah oleh peluh, kaosnya yang
ketat dan menonjolkan bagian-bagian tertentu, celana atau roknya yang
pendek dan sesekali memamerkan pahanya yang mulus tapi liat, senyumnya
yang memikat, serta
forehand,
backhand slice, servis, dan smesnya yang mantap.
Setiap
kali dia bergerak, rasanya kita bisa ikut mencium harum tubuhnya.
Seolah kita bisa ikut menikmati kehangatan setiap cucuran peluhnya yang
membanjir, merasakan lembutnya bulu-bulu halus di tangannya yang
memegang raket erat-erat itu. Oalah, Sharapova ... Sharapova .....
Sering
saya bertanya-tanya, bagaimana Tuhan bisa menciptakan seorang Dewi
Tenis yang memukau seperti Sharapova? Mungkinkah Tuhan sedang bersenang
hati ketika meniupkan roh ke janin Sharapova dulu? Saya tak tahu ....
Yang jelas, Sharapova selalu bikin pecas ndahe!

Apalagi
ketika dia harus merunduk, mengejar bola-bola sulit. Wah, kaosnya yang
tanpa kerah pasti akan memamerkan sebagian dadanya yang permai. Subur.
Ijo royo-royo seperti sawah yang baru saja ditanami padi hijau.
Ia seolah-olah magnet yang daya tariknya sulit ditolak para pria yang sedang menonton aksinya di lapangan.
Moga-moga ia bisa menumbangkan lawan-lawannya di Australia dan bertahan hingga ke babak final sehingga saya bisa
pecas ndahe setiap hari. Oalah, Sharapova...Sharapova.....