"Pecas ndahe" itu pelesetan dari kata "pecah ndase". Ini sejenis umpatan khas anak muda di Jogja dan Solo. Arti sesungguhnya adalah pecah kepalanya, lalu berubah menjadi sebuah arti kiasan. Di Solo, ada sebuah grup musik humor yang menggunakan nama yang sama. Blog ini tak ada hubungannya dengan mereka.

Cara Baru Berbelanja

   

<< January 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


Detikcom mengendus blog ini pada 15 Maret 2006. Komentarnya begini, "Kalau sedang penat dan kaku-kaku otak, akibat terlalu lama bekerja, daripada kepaha pecal beneran ada untungnya juga membuka blog pecasndahe ini. Hitung-hitung hemat ongkos 'obat stres' ke psikiater. Selamat berpecal kepaha!" Selengkapnya klik di sini ...



Persyarekatan:

Klangenan:

Prokonco:

Top100 Bloggers
Blogs

Indonesia Top Blog

HelpJogja.net


selalu ada kejutan di balik setiap tikungan kehidupan.


Woro-woro (dahulu disclaimer): Saya akan berterima kasih kalau para pengutip menyebutkan blog ini sebagai sumber. Mohon memberi tahu kalau ada pihak-pihak yang keberatan atas isi blog atau merasa hak ciptanya dilanggar.


Google PageRank Checker Tool

Subscribe with Bloglines

Feed Burner

News Around The World:

referer referrer referers referrers http_referer


desain #1 [27/05/05]
desain #2 [21/04/06]
desain #3 [10/05/06]
desain #4 [09/06/06]
desain #5 [10/07/06]
desain #6 [04/08/06]
desain #7 [15/08/06]
desain #8 [22/09/06]
desain #9 [19/10/06]
desain #10 [03/11/06]


My blog is worth $66,051.18.
How much is your blog worth?


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Friday, January 20, 2006
Sharapova Pecas Ndahe

Petenis Rusia Maria Sharapova memang selalu bikin pecas ndahe. Ya wajahnya yang rupawan, tubuhnya yang sintal, gayanya yang ekspresif, posenya di depan kamera yang kadang malu-malu, tangannya yang terangkat ke atas setiap kali dia menyelesaikan pertandingan, dan sebagainya, dan sebagainya.

Hari-hari ini saya makin tergila-gila padanya.  Pada gayanya berpakaian yang modis. Pada senyumnya yang seronok. Pada dadanya yang padat. Pada semua yang ada dalam dirinya.

Setelah absen beberapa bulan karena cedera, Sharapova turun lagi di lapangan. Kali ini ia berlaga di turnamen Grand Slam Australia Terbuka. Sharapova is back!

Dan saya, juga pria-pria penikmat keindahan wanita itu, kembali bisa menelanjangi setiap gerakan Sharapova detik demi detik, juga keindahan tubuhnya inci demi inci.

Kita bisa melamunkan kibasan rambutnya yang pirang itu, tubuhnya yang basah oleh peluh, kaosnya yang ketat dan menonjolkan bagian-bagian tertentu, celana atau roknya yang pendek dan sesekali memamerkan pahanya yang mulus tapi liat, senyumnya yang memikat, serta forehand, backhand slice, servis, dan smesnya yang mantap.

Setiap kali dia bergerak, rasanya kita bisa ikut mencium harum tubuhnya. Seolah kita bisa ikut menikmati kehangatan setiap cucuran peluhnya yang membanjir, merasakan lembutnya bulu-bulu halus di tangannya yang memegang raket erat-erat itu. Oalah, Sharapova ... Sharapova .....

Sering saya bertanya-tanya, bagaimana Tuhan bisa menciptakan seorang Dewi Tenis yang memukau seperti Sharapova? Mungkinkah Tuhan sedang bersenang hati ketika meniupkan roh ke janin Sharapova dulu? Saya tak tahu .... Yang jelas, Sharapova selalu bikin pecas ndahe!

Apalagi ketika dia harus merunduk, mengejar bola-bola sulit. Wah, kaosnya yang tanpa kerah pasti akan memamerkan sebagian dadanya yang permai. Subur. Ijo royo-royo seperti sawah yang baru saja ditanami padi hijau.

Ia seolah-olah magnet yang daya tariknya sulit ditolak para pria yang sedang menonton aksinya di lapangan.

Moga-moga ia bisa menumbangkan lawan-lawannya di Australia dan bertahan hingga ke babak final sehingga saya bisa pecas ndahe setiap hari.  Oalah, Sharapova...Sharapova.....

Posted at 10:25:22 am by pecas ndahe
kirimkan pecahan ndasmu  

Next Page