"Pecas ndahe" itu pelesetan dari kata "pecah ndase". Ini sejenis umpatan khas anak muda di Jogja dan Solo. Arti sesungguhnya adalah pecah kepalanya, lalu berubah menjadi sebuah arti kiasan. Di Solo, ada sebuah grup musik humor yang menggunakan nama yang sama. Blog ini tak ada hubungannya dengan mereka.

Cara Baru Berbelanja

   

<< January 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


Detikcom mengendus blog ini pada 15 Maret 2006. Komentarnya begini, "Kalau sedang penat dan kaku-kaku otak, akibat terlalu lama bekerja, daripada kepaha pecal beneran ada untungnya juga membuka blog pecasndahe ini. Hitung-hitung hemat ongkos 'obat stres' ke psikiater. Selamat berpecal kepaha!" Selengkapnya klik di sini ...



Persyarekatan:

Klangenan:

Prokonco:

Top100 Bloggers
Blogs

Indonesia Top Blog

HelpJogja.net


selalu ada kejutan di balik setiap tikungan kehidupan.


Woro-woro (dahulu disclaimer): Saya akan berterima kasih kalau para pengutip menyebutkan blog ini sebagai sumber. Mohon memberi tahu kalau ada pihak-pihak yang keberatan atas isi blog atau merasa hak ciptanya dilanggar.


Google PageRank Checker Tool

Subscribe with Bloglines

Feed Burner

News Around The World:

referer referrer referers referrers http_referer


desain #1 [27/05/05]
desain #2 [21/04/06]
desain #3 [10/05/06]
desain #4 [09/06/06]
desain #5 [10/07/06]
desain #6 [04/08/06]
desain #7 [15/08/06]
desain #8 [22/09/06]
desain #9 [19/10/06]
desain #10 [03/11/06]


My blog is worth $66,051.18.
How much is your blog worth?


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Friday, January 13, 2006
Jumat Pecas Ndahe

13Orang Jawa punya Jumat Kliwon yang dipercaya sebagai hari yang mistis. Mereka percaya bahwa setan-setan, lelembut, roh halus, arwah penasaran, jin, dan sebangsanya keluar pada malam Jumat Kliwon.  Mereka menganggap Jumat Kliwon bukanlah hari yang baik untuk apa saja. Entah dari mana asal-usulnya takhyul ini berasal, saya tak tahu.

Orang Barat punya "Friday the 13th" yang dianggap sebagai hari paling sial. Ada kelompok orang yang sangat takut pada hari tersebut dan mereka disebut sebagai paraskavedekatriaphobia. Ada juga yang menyebut mereka triskaidekaphobia atau orang yang takut pada angka 13. Kebetulan, hari ini Jumat tanggal 13.

Gotcha, it's Friday the 13th!

Dari mana asalnya sehingga Jumat dianggap sebagai hari yang buruk? Yesus mangkat pada hari Jumat. Manusia pertama kali jatuh dalam dosa, yaitu ketika Adam dan Eva makan apel terlarang di Firdaus, pada hari Jumat. Banjir bandang di masa Nabi Nuh dimulai pada hari Jumat. Bait suci Raja Salomo dihancurkan pada hari Jumat.

Asal tahu saja, hukuman mati biasanya dilaksanakan pada hari Jumat. Istilah "Jumat Hitam" atau Black Friday muncul pertama kali ketika Amerika dilanda resesi, yaitu pada saat harga emas terpuruk pada 1869. Resesi dunia atau zaman Malaise pertama juga jatuh pada hari Jumat, 1929.  

Lalu mengapa angka 13 dianggap sebagai angka sial? Peserta "jamuan malam terakhir" bersama Yesus berjumlah 13 dan si pengkhianat Yudas menduduki kursi ke-13. Yudas "menjual" Yesus tepat pukul 13.00.


Saya ingat, pada 1980 ada film dengan judul sama, Friday The 13th, versi layar lebar. Film yang disutradarai Sean S. Cunningham ini bahkan dibuat sekuelnya hingga jilid 9.

Saya juga ingat, dulu ada serial televisi dengan judul sama, Friday The 13th. Kalau tak salah, serial itu ditayangkan di RCTI setiap Jumat malam.

Serial yang pertama kali ditayangkan pada 1 September 1987 di Amerika itu mengisahkan petualangan dua bersaudara Ryan Dallion dan Micki Foster yang cantik itu. Dikisahkan bahwa mereka mendapatkan warisan sebuah toko barang antik "Curious Goods" dari Paman Vendredi, lalu terlibat serangkaian kejadian aneh, horor, mistis, gara-gara benda-benda yang mereka jual itu.

Sayang, penayangan film itu sudah dihentikan sekarang dan diganti dengan tayangan-tayangan kisah mistis lokal yang tak bermutu itu.

Ngomong-ngomong soal mistis, kawan-kawan saya baru saja mengalami kejadian yang agak-agak berbau "percaya nggak percaya". Begini ceritanya.

Kawan-kawan saya itu sedang melakukan ekspedisi mencari burung trulek Jawa (Vanellus macropterus) yang statusnya dianggap kritis alias antara ada dan tiada. Ekspedisi dilaksanakan di pesisir selatan Jawa Timur, tepatnya di antara Jember dan Lumajang, beberapa kilometer di selatan Kecamatan Panti, Jember, lokasi yang baru saja tertimpa musibah banjir bandang itu.

Beberapa hari yang lalu, mereka tiba di perbatasan antara Desa Wot Galih, Kecamatan Yosowilangun dan Maleman, dua-duanya termasuk Kabupaten Lumajang. Di sana, mereka bertemu lurah setempat yang berbaik hati meminjamkan sebuah rumah untuk bermalam.

Sekilas, tak ada yang aneh di rumah pinjaman itu, kecuali pada bagian pintu depannya yang tercapat coretan berbunyi, "Mus sudah memperkosa Rosida di sini."

Semula, anggota tim ekspedisi tak menyangka coretan itu punya arti tertentu. Siapa sangka, setelah menginap beberapa malam di rumah itu, anggota tim mengalami kejadian aneh-aneh. Antara percaya nggak percaya, ada yang mendengar suara perempuan menangis, ada yang selama tiga malam berturut-turut melihat sosok perempuan sedang nangkring di kuda-kuda bangunan, ada yang mendengar suara-suara rintihan. Hiiii .... serem, ah!

Mungkinkah suara-suara dan penampakan itu berasal dari arwah si Rosida? Kawan-kawan saya tak ada yang berani menduga-duga karena mereka sungguh tak mengerti apakah benar ada kejadian seperti yang tertera di pintu depan itu. Yang jelas, saya ikut merinding ketika mendengar cerita itu. Bulu kuduk pun meremang.


Posted at 10:55:33 am by pecas ndahe
baca pecahan ndasmu (3)  

Next Page