13Orang
Jawa punya Jumat Kliwon yang dipercaya sebagai hari yang mistis. Mereka
percaya bahwa setan-setan, lelembut, roh halus, arwah penasaran, jin,
dan sebangsanya keluar pada malam Jumat Kliwon. Mereka menganggap
Jumat Kliwon bukanlah hari yang baik untuk apa saja. Entah dari mana
asal-usulnya takhyul ini berasal, saya tak tahu.
Orang Barat
punya "Friday the 13th" yang dianggap sebagai hari paling sial. Ada
kelompok orang yang sangat takut pada hari tersebut dan mereka disebut
sebagai
paraskavedekatriaphobia. Ada juga yang menyebut mereka
triskaidekaphobia atau orang yang takut pada angka 13. Kebetulan, hari ini Jumat tanggal 13.
Gotcha, it's Friday the 13th!Dari
mana asalnya sehingga Jumat dianggap sebagai hari yang buruk? Yesus
mangkat pada hari Jumat. Manusia pertama kali jatuh dalam dosa, yaitu
ketika Adam dan Eva makan apel terlarang di Firdaus, pada hari Jumat.
Banjir bandang di masa Nabi Nuh dimulai pada hari Jumat. Bait suci Raja
Salomo dihancurkan pada hari Jumat.
Asal tahu saja, hukuman mati biasanya dilaksanakan pada hari Jumat. Istilah "Jumat Hitam" atau Black Friday
muncul pertama kali ketika Amerika dilanda resesi, yaitu pada saat
harga emas terpuruk pada 1869. Resesi dunia atau zaman Malaise pertama
juga jatuh pada hari Jumat, 1929.
Lalu mengapa
angka 13 dianggap sebagai angka sial? Peserta "jamuan malam terakhir"
bersama Yesus berjumlah 13 dan si pengkhianat Yudas menduduki kursi
ke-13. Yudas "menjual" Yesus tepat pukul 13.00.

Saya ingat, pada 1980 ada film dengan judul sama, Friday The 13th, versi layar lebar. Film yang disutradarai Sean S. Cunningham ini bahkan dibuat sekuelnya hingga jilid 9.
Saya juga ingat, dulu ada serial televisi dengan judul sama, Friday The 13th. Kalau tak salah, serial itu ditayangkan di RCTI setiap Jumat malam.
Serial
yang pertama kali ditayangkan pada 1 September 1987 di Amerika itu
mengisahkan petualangan dua bersaudara Ryan Dallion dan Micki Foster
yang cantik itu. Dikisahkan bahwa mereka mendapatkan warisan sebuah
toko barang antik "Curious Goods" dari Paman Vendredi, lalu terlibat
serangkaian kejadian aneh, horor, mistis, gara-gara benda-benda yang
mereka jual itu.
Sayang, penayangan film itu sudah
dihentikan sekarang dan diganti dengan tayangan-tayangan kisah mistis
lokal yang tak bermutu itu.
Ngomong-ngomong soal
mistis, kawan-kawan saya baru saja mengalami kejadian yang agak-agak
berbau "percaya nggak percaya". Begini ceritanya.
Kawan-kawan saya itu sedang melakukan ekspedisi mencari burung trulek Jawa (Vanellus macropterus)
yang statusnya dianggap kritis alias antara ada dan tiada. Ekspedisi
dilaksanakan di pesisir selatan Jawa Timur, tepatnya di antara Jember dan Lumajang, beberapa kilometer di selatan Kecamatan Panti, Jember, lokasi yang baru saja tertimpa musibah banjir bandang itu.
Beberapa hari yang lalu, mereka tiba di perbatasan antara Desa Wot Galih, Kecamatan Yosowilangun dan Maleman, dua-duanya termasuk Kabupaten Lumajang. Di sana, mereka bertemu lurah setempat yang berbaik hati meminjamkan sebuah rumah untuk bermalam.
Sekilas,
tak ada yang aneh di rumah pinjaman itu, kecuali pada bagian pintu
depannya yang tercapat coretan berbunyi, "Mus sudah memperkosa Rosida
di sini."
Semula, anggota tim ekspedisi tak menyangka coretan
itu punya arti tertentu. Siapa sangka, setelah menginap beberapa malam
di rumah itu, anggota tim mengalami kejadian aneh-aneh. Antara percaya
nggak percaya, ada yang mendengar suara perempuan menangis, ada yang
selama tiga malam berturut-turut melihat sosok perempuan sedang nangkring di kuda-kuda bangunan, ada yang mendengar suara-suara rintihan. Hiiii .... serem, ah!
Mungkinkah
suara-suara dan penampakan itu berasal dari arwah si Rosida?
Kawan-kawan saya tak ada yang berani menduga-duga karena mereka sungguh
tak mengerti apakah benar ada kejadian seperti yang tertera di pintu
depan itu. Yang jelas, saya ikut merinding ketika mendengar cerita itu.
Bulu kuduk pun meremang.