"Pecas ndahe" itu pelesetan dari kata "pecah ndase". Ini sejenis umpatan khas anak muda di Jogja dan Solo. Arti sesungguhnya adalah pecah kepalanya, lalu berubah menjadi sebuah arti kiasan. Di Solo, ada sebuah grup musik humor yang menggunakan nama yang sama. Blog ini tak ada hubungannya dengan mereka.

Cara Baru Berbelanja

   

<< January 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


Detikcom mengendus blog ini pada 15 Maret 2006. Komentarnya begini, "Kalau sedang penat dan kaku-kaku otak, akibat terlalu lama bekerja, daripada kepaha pecal beneran ada untungnya juga membuka blog pecasndahe ini. Hitung-hitung hemat ongkos 'obat stres' ke psikiater. Selamat berpecal kepaha!" Selengkapnya klik di sini ...



Persyarekatan:

Klangenan:

Prokonco:

Top100 Bloggers
Blogs

Indonesia Top Blog

HelpJogja.net


selalu ada kejutan di balik setiap tikungan kehidupan.


Woro-woro (dahulu disclaimer): Saya akan berterima kasih kalau para pengutip menyebutkan blog ini sebagai sumber. Mohon memberi tahu kalau ada pihak-pihak yang keberatan atas isi blog atau merasa hak ciptanya dilanggar.


Google PageRank Checker Tool

Subscribe with Bloglines

Feed Burner

News Around The World:

referer referrer referers referrers http_referer


desain #1 [27/05/05]
desain #2 [21/04/06]
desain #3 [10/05/06]
desain #4 [09/06/06]
desain #5 [10/07/06]
desain #6 [04/08/06]
desain #7 [15/08/06]
desain #8 [22/09/06]
desain #9 [19/10/06]
desain #10 [03/11/06]


My blog is worth $66,051.18.
How much is your blog worth?


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Wednesday, January 11, 2006
Bongkar Pecas Ndahe

Tadi malam saya nonton Iwan Fals "ngamen" di Indosiar. Meski rambutnya kian memutih, penyanyi balada itu rupanya masih sakti juga. Lagu-lagunya membuat kita ikut bersenandung atau terhanyut, atau kadang termenung.

Di antara lagu Iwan yang saya suka dan tadi malam dinyanyikan dengan asyik adalah Bongkar. Kalau tak salah, lagu ini berasal dari album Iwan bersama kelompok Swami pada 1991.

Kendati lawas, syair lagu itu masih relevan sampai sekarang. Tak percaya? Baca saja bait pertama syair lagu itu yang berbunyi, Kala cinta sudah dibuang/Jangan harap keadilan akan datang/Kesedihan hanya tontonan/Bagi mereka yang diperbudak jabatan .....

Setelah itu, baca berita di situs Kompas Cyber Media yang saya cuplik di bawah ini,

Presiden Undang 42 Negara Peringati 1 Tahun Tsunami

JAKARTA, KCM  -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengirim surat kepada 42 kepala negara untuk menghadiri atau mengirimkan utusan khusus pada peringatan satu tahun tsunami di Banda Aceh pada 26 Desember mendatang.

Bukankah mengundang orang datang ke tempat bencana bisa diartikan sebagai "menonton kesedihan" seperti yang dimaksud lagu Bongkar itu?

Oke, sekarang baca bait yang ketiga berbunyi, Sabar, sabar, sabar, dan tunggu/Itu jawaban yang harus kami terima ....

Coba bandingkan dengan berita di Koran Tempo di bawah ini,

Presiden Minta Pengungsi Bersabar

JEMBER -- Selain menyerahkan bantuan langsung berupa uang Rp 500 juta, makanan, dan pakaian, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyempatkan diri berdialog dengan para pengungsi korban banjir bandang di Jember, Jawa Timur. "Kami, pemerintah, berharap bapak dan ibu semua yang berada di tenda-tenda pengungsian ini bersabar," kata Presiden di depan para pengungsi.

Bukankah syair Bongkar seperti menyindir orang yang meminta pengungsi korban banjir bandang di Jember untuk bersabar?

Lalu pada bait berikutnya ada kalimat, Penindasan, serta kesewenang-wenangan/Banyak lagi, teramat banyak untuk disebutkan/Hoi hentikan, jangan lagi diteruskan/Kami muak dengan ketidakpastian dan keserakahan ....

Penindasan? Silakan baca berita di Tempo Interaktif beberapa bulan yang lalu.

Ratusan Pengungsi Aceh Jaya Digusur
Selasa, 08 November 2005 | 12:35 WIB

Jakarta -- Ratusan pengungsi asal Aceh Jaya yang selama ini menghuni tenda pengungsian di sebuah panglong kayu di Desa Lamreung, Darul Imarah, Aceh Besar, dipaksa hengkang oleh Wakil Ketua DPRD Aceh Jaya, Sofyan Hasyim, pemilik panglong itu, Selasa (8/11) pagi.

Nah, kurang relevan bagaimana lagi syair Bongkar itu dengan situasi sekarang? Nothing new under the sun rupanya. Dan Iwan Fals memang jenius tulen.


Posted at 8:03:29 am by pecas ndahe
baca pecahan ndasmu (2)  

Next Page