Tadi malam saya nonton
Iwan Fals "ngamen" di
Indosiar.
Meski rambutnya kian memutih, penyanyi balada itu rupanya masih sakti
juga. Lagu-lagunya membuat kita ikut bersenandung atau terhanyut, atau
kadang termenung.
Di antara lagu Iwan yang saya suka dan tadi malam dinyanyikan dengan asyik adalah
Bongkar. Kalau tak salah, lagu ini berasal dari album Iwan bersama kelompok Swami pada 1991.
Kendati lawas, syair lagu itu masih relevan sampai sekarang. Tak
percaya? Baca saja bait pertama syair lagu itu yang berbunyi,
Kala cinta sudah dibuang/Jangan harap keadilan akan datang/Kesedihan hanya tontonan/Bagi mereka yang diperbudak jabatan ..... Setelah itu, baca berita di situs
Kompas Cyber Media yang saya cuplik di bawah ini,
Presiden Undang 42 Negara Peringati 1 Tahun Tsunami
JAKARTA,
KCM -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengirim surat kepada 42
kepala negara untuk menghadiri atau mengirimkan utusan khusus pada
peringatan satu tahun tsunami di Banda Aceh pada 26 Desember mendatang.
Bukankah mengundang orang datang ke tempat bencana bisa diartikan sebagai "menonton kesedihan" seperti yang dimaksud lagu
Bongkar itu?
Oke, sekarang baca bait yang ketiga berbunyi,
Sabar, sabar, sabar, dan tunggu/Itu jawaban yang harus kami terima .... Coba bandingkan dengan berita di
Koran Tempo di bawah ini,
Presiden Minta Pengungsi Bersabar
JEMBER
-- Selain menyerahkan bantuan langsung berupa uang Rp 500 juta,
makanan, dan pakaian, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyempatkan
diri berdialog dengan para pengungsi korban banjir bandang di Jember,
Jawa Timur. "Kami, pemerintah, berharap bapak dan ibu semua yang berada
di tenda-tenda pengungsian ini bersabar," kata Presiden di depan para
pengungsi.
Bukankah syair Bongkar seperti menyindir orang yang meminta pengungsi korban banjir bandang di Jember untuk bersabar?
Lalu pada bait berikutnya ada kalimat, Penindasan,
serta kesewenang-wenangan/Banyak lagi, teramat banyak untuk
disebutkan/Hoi hentikan, jangan lagi diteruskan/Kami muak dengan
ketidakpastian dan keserakahan ....
Penindasan? Silakan baca berita di Tempo Interaktif beberapa bulan yang lalu.Ratusan Pengungsi Aceh Jaya Digusur
Selasa, 08 November 2005 | 12:35 WIB
Jakarta
-- Ratusan pengungsi asal Aceh Jaya yang selama ini menghuni tenda
pengungsian di sebuah panglong kayu di Desa Lamreung, Darul Imarah,
Aceh Besar, dipaksa hengkang oleh Wakil Ketua DPRD Aceh Jaya, Sofyan
Hasyim, pemilik panglong itu, Selasa (8/11) pagi.
Nah, kurang relevan bagaimana lagi syair Bongkar itu dengan situasi sekarang? Nothing new under the sun rupanya. Dan Iwan Fals memang jenius tulen.