Apa
beda antara pagar, tembok, dan dinding? Secara fisik sih, banyak
bedanya. Pagar bisa jadi terbuat dari tembok, bisa dari kayu, besi,
atau tanaman (pagar hidup). Tembok pasti terbuat dari batu bata yang
diberi lapisan semen. Dinding bisa dari kayu, tripleks, bisa juga
berupa tembok. Bingung ya?
Kalau dari fungsinya, baik pagar,
tembok, maupun dinding, kurang lebih sama. Sebagai pembatas, antara
satu bagian dan bagian lain. Hanya, ketiganya punya makna berbeda.
Di Jakarta, orang memagari rumahnya demi keamanan. Kecuali di beberapa
kompleks perumahan tertentu yang malah tak berpagar, rumah-rumah di
Jakarta umumnya memiliki pagar yang tinggi, terbuat dari materi yang
kokoh, dan membuat isi rumah tak terlihat dari luar.
Sebagian warga Jakarta malah memagari rumahnya seperti benteng Alamo
yang sulit ditembus. Tentu saja, lagi-lagi, alasannya agar pemilik
rumah merasa aman dari gangguan orang luar, meskipun untuk kemewahan
itu mereka harus mengorbankan aspek sosial. Penghuni rumah berpagar
tinggi biasanya terasing dari lingkungannya.
Kota Berlin dulu punya tembok (
Berlin wall).
Tembok Berlin memisahkan kota dan warganya menjadi dua bagian. Tembok
itu diruntuhkan berbarengan ambruknya komunisme di Jerman dan Perang
Dingin berakhir.

Di Yerusalem ada dinding yang terkenal, namanya Dinding Ratapan (
crying wall).
Berbeda dari tembok Berlin, Dinding Ratapan tak berfungsi memisahkan
satu wilayah dengan wilayah lain. Karena itu, disebut sebagai "dinding"
meskipun berbentuk seperti tembok.
Gedung DPR di Senayan, Jakarta, juga hendak diberi pagar baru. Biaya
pembangunan pagar setinggi tiga meter itu sekitar Rp 5,1 miliar.
Rencana ini mengundang kecaman, bahkan tak kurang dari para petinggi
DPR. Pagar tinggi itu dianggap akan menjauhkan wakil rakyat dengan
konstituennya. Proyek itu juga dianggap sebagai pemborosan karena pagar
yang lama masih bagus.
Terus terang saya tak tahu ada apa gerangan di balik rencana
pembangunan pagar baru di DPR. Kenapa urusan pagar jadi bikin repot
begini? Apakah orang-orang yang mengurus lingkungan DPR (bagian rumah
tangga atau sekretariat) itu cuma mau obyekan? Saya tak tahu.