"Pecas ndahe" itu pelesetan dari kata "pecah ndase". Ini sejenis umpatan khas anak muda di Jogja dan Solo. Arti sesungguhnya adalah pecah kepalanya, lalu berubah menjadi sebuah arti kiasan. Di Solo, ada sebuah grup musik humor yang menggunakan nama yang sama. Blog ini tak ada hubungannya dengan mereka.
Detikcom mengendus blog ini pada 15 Maret 2006. Komentarnya begini, "Kalau sedang penat dan kaku-kaku otak, akibat terlalu lama bekerja, daripada kepaha pecal beneran ada untungnya juga membuka blog pecasndahe ini. Hitung-hitung hemat ongkos 'obat stres' ke psikiater. Selamat berpecal kepaha!"
Selengkapnya klik di sini ...
selalu ada kejutan di balik setiap tikungan kehidupan.
Woro-woro (dahulu disclaimer): Saya akan berterima kasih kalau para pengutip menyebutkan blog ini sebagai sumber. Mohon memberi tahu kalau ada pihak-pihak yang keberatan atas isi blog atau merasa hak ciptanya dilanggar.
Saya bukan pembaca buku yang baik dan benar. Ndak baik karena saya jarang beli sendiri -- lebih sering meminjam dan [pura-pura] lupa mengembalikan atau diberi oleh orang baik seperti Paman Kemplu...
Ndak benar karena saya jarang baca buku sampai tamat. Biasanya saya cuma memilih bagian yang saya sukai, atau kebetulan menarik perhatian.
Kalau novel, biasanya cuma saya lihat bagian awal dan akhirnya. Kalau buku literatur, saya pilih yang penting-penting saja. Bagian intinya....
Karena itu, ilmu, pengetahuan, wawasan saya ya ndak nambah-nambah. Hanya mirip katak dalam tempurung.
Buat saya, kegiatan membaca buku itu terlalu menghabiskan waktu. Padahal waktu itu sesuatu yang "mewah" buat saya. Saya juga bukan orang yang sabar, maunya sekali lihat langsung sampai bagian akhir dan saya tambah pinter seperti Miss Doyle yang hobinya membaca itu ...
Lah kok tiba-tiba Ndoro Juragan Ageng, Bosnya Para Bos, bawa buku yang barusan dibelinya dari toko buku jarang laku di negeri entah berantah. Terus dia memamerkan buku itu ke saya. "Kamu mesti baca ini," katanya.
Halah, saya membatin. Lah wong Sabtu, weekend, kok disuruh baca buku. Apa dia itu ndak tahu profesi saya saban Sabtu itu pengasuh anak? Apa dia itu belum paham bahwa batas antara sebutan suami dan jongos itu tipis pada setiap Sabtu?
Oalah, bos...Bos! Boro-boro baca buku. Mata saya belum melek saja, bedhes-bedhes di rumah sudah langsung nemplok, terus ngajak jalan-jalan. Belum lagi ibunya yang sudah menyiapkan sederet tugas yang harus saya kerjakan setiap Sabtu: dari ngepel sampai nyuci bak. Soalnya, dia mau ke pasar dan memasak. Begitulah ritual mingguan di sebuah keluarga tanpa bedinde. Lah kok sekarang mau disuruh baca buku. Wis jan ramutu tenan iki ...
Tapi, namanya juga perintah Juragan Ageng, saya ya sendiko dawuh saja, mengikuti perintahnya dengan takzim. Tentu saja dengan tambahan, nanti kalau saya sudah punya waktu dan sempat membaca.
Sempat? Eh, tunggu dulu. Lah kok judul bukunya nyeleneh begini? Islam for Dummies? Apa buku ini seperti buku-buku tips sebangsa Football for Dummies, Photography for Dummies, dan dummies-dummies yang lain itu?
Ah, kalau begitu saya mesti menyempat-nyempatkan diri baca buku ini. Unik je. Saya membayangkan, jangan-jangan ada Buddha for Dummies, Christian for Dummies, Catholic, Hindu, etc? Kalau benar ada, bagus kan itu?
Soalnya saya merasa seandainya ada lebih banyak buku lagi yang mirip-mirip seperti ini, orang-orang dengan latar belakang berbeda itu kan jadi bisa saling mempelajari orang lain yang keyakinannya berlainan pula. Pemeluk Islam, misalnya, jadi lebih bisa mengenal umat Kristiani atau sebaliknya. Tak kenal maka tak sayang, bukan? Atau seperti petuah para cerdik pandai itu: aku berbeda, maka aku ada.
Pemahaman dan toleransi itu penting di kala kita telanjur hidup suasana yang kian tegang. Konflik mengintai setiap saat. Pluralisme, ide kebhinekaan yang tunggal ika, berada di atas benang yang rapuh dan suatu saat mudah putus. Buku semacam ini bisa menjadi pintu awal agar keberagaman dapat diterima secara luas.
Bukan begitu Ki Sanak?
Posted at 8:08:08 am by pecas ndahe
Investpanas June 5, 2009 03:09 AM PDT bos blog yang ok met kenal bos
bangsari November 27, 2006 07:56 AM PST seharusnya ada juga "Jakarta for dummies". supaya tak membingungkan bagi orang ndesit seperti saya ini.
mbakDos November 26, 2006 11:57 PM PST wah... bisa jadi pandai seperti 'orang2 itu 'dong kalo habis baca buku dummies ini?! ;D
itok November 26, 2006 06:20 PM PST aku nggak ngerti. baca buku dirasa tidak sempat. tapi ngerjain blog, pol lengkap. gmana pembagian waktunya, antara kerja yg sumber nafkah, ngisi blog dan ngasuh anak?
Alex Ramses November 26, 2006 03:55 PM PST Cak nur almarhum pernah ceramah di masjid Indonesia Cairo waktu ke Mesir. beliau bilang, membaca buku itu memang tidak "nggribik" dari halaman pertama sampai terkahir. Itu kerjaan editor. Loh kang, sopo tho yang mau baca kaya gitu caranya? tentu saja baca itu beberapa bab dan bagian yang dirasa perlu saja.
Kecuali baca novel ya harus baca semua. kalau gak, ektinggalan cerita dung.
Kalau suami itu jongos, lha istri? babunya jongos gitu? hehehehe,,, kalau anak-anak itu bedhes, bapak ama emaknya apa dong? hahaahaaha,,,,,
Hedi November 26, 2006 05:59 AM PST jiamputtt tenan, ruang komen dadi ruang chatting ki....eh tapi ne' panjenengan ga doyan baca, bikin buku aja...pecas ndahe for dummies :p
pasiene mbah dipo November 25, 2006 06:48 PM PST Edan kabeh kurasa seng komen ndek kene ki...
*au ora lho.. -red-*
siberia November 25, 2006 06:12 PM PST gubraaaaakkk...hahahaha...*saya masuk sini atas permintaan sir ndobos :P
ayooo pindah dari sini. susyaaah mbukaknya....*gedor2*
nana November 25, 2006 05:24 PM PST but worry not, we are here to serve you, to make you aware that indeed better late than not. but hurry.
Mbilung November 25, 2006 05:23 PM PST and the satan lured you to the darkest dungeon with free blog, blinded you so you can not see the light of the dot com
nana November 25, 2006 05:17 PM PST and we all shalt be freed from thy slow to open patience challenging blog.
tito November 25, 2006 05:16 PM PST Buddha for Dummies, Christian for Dummies, dll itu ya harusnya ada! Masa sih gak ada?Lantas bagaimana para dummies akan saling mengenal?
Mbilung November 25, 2006 05:15 PM PST and the prophet has spoken. be a dot com and thou shall be free
nana November 25, 2006 05:14 PM PST lho? pake dotcom mah bebas. mau alon alon mau cepet.. bisaaaaaaaaaaaaa
yang pasti ndak jengking
*melet ke tito*
tito November 25, 2006 05:09 PM PST satisfy the need for speed? Walaupun bukan orang jawa saya suka semboyan alon-alon waton kelakon. Memerdekakan jongos weekend dan jongos kartun itu dummies juga? Cari 'sok bossy for dummies' aah.. buat bos
nana November 25, 2006 05:09 PM PST and we are godsent messengers for that. rightie sir?
Mbilung November 25, 2006 05:06 PM PST the need for speed indeed, and for ndoro dot com godspeed
nana November 25, 2006 05:02 PM PST lagian dummieskah orang yang melihat jauh kedepan? embracing the beauty of freedom and satisfy the need for speed.
Mbilung November 25, 2006 05:00 PM PST dokter tito benar bahwa secara klinis saya dummies, seorang dummies yang sedang mencoba memerdekakan jongos wiken dan kuli kartun demi keragaman dan kebaikan orang banyak
nana November 25, 2006 04:57 PM PST coba yah dokter tito yang terhormat ini bukan semacam kurang kerjaan ini kolaborasi memikat demi pembinaan yang bertujuan untuk kebaikan semua pihak yang terlibat.
tolong.
nana November 25, 2006 04:54 PM PST terutama wadah yang ndak sering njengking
*jitak tito*
Mbilung November 25, 2006 04:53 PM PST alangkah bagusnya jika keragaman yang ada itu ditampung dalam sebuah wadah agar tidak tersekat-sekat. ndoro dot com ... tempat di mana keragaman berkibar gagah
tito November 25, 2006 04:53 PM PST kurang kerjaan amat dua orang ini. DUa orang inikah yg patut disebut dummies?
nana November 25, 2006 04:47 PM PST ya berbeda emang baik, lha tapi kalo bisa seia sekata...kenapa tidak? ya to?
lagian persekongkolan itu terdengar keji, ganti aja dengan pembinaan. lha saya terinspirasi kata-kata panjenengan je, hal baik yang perlu dicontoh dari pemerintah lak inggih to ndoro?
Mbilung November 25, 2006 04:45 PM PST ndoro dot com bukanlah hasil dari sebuah persekongkolan jahat, itu adalah hasil dari kolaborasi memikat demi kemaslahatan umat
nana November 25, 2006 04:38 PM PST iyah soalnya mak wess gitu dibukanya, so bisa sambil ngeliatin anak-anak yang nempel yo? gprs-anpun murah soalnya cepet, lha kalo blogdrivenjengking.com. hadoooohhh ...
Mbilung November 25, 2006 04:34 PM PST ndoro dot com adalah salah satu upaya nyata dalam menghapus perjongosan di akhir minggu
nana November 25, 2006 04:28 PM PST oiya ndoro mungkin selama jadi jongos itu ndoro bisa berkontemplasi memikirkan keinginan orang-orang yang menganggap ndoro junjungan. ndak enak kan udah dibawah ga dianggep pulak. kompromi aja, kami ndak kenal dialektika.
nana November 25, 2006 04:26 PM PST duh nulis urlnya lama yaaa..
Mbilung November 25, 2006 04:23 PM PST btw ndoro .... punya dot com for dummies?
Mbilung November 25, 2006 04:18 PM PST ah nana *lirik komen di atas* ndak lama kok bukanya, saya tadi sambil nunggu .... civilisation came and went.
nana November 25, 2006 04:12 PM PST saya yang sempet minum, ngepel, ngetik dan chat sebelum akhirnya blog ini terbuka dan bisa dibaca sedang menyiapkan the beauty of dotcom for dummies eh ndoro. dialektika dan kompromi setipis jongos dan suami dihari sabtuuuuu..