"Pecas ndahe" itu pelesetan dari kata "pecah ndase". Ini sejenis umpatan khas anak muda di Jogja dan Solo. Arti sesungguhnya adalah pecah kepalanya, lalu berubah menjadi sebuah arti kiasan. Di Solo, ada sebuah grup musik humor yang menggunakan nama yang sama. Blog ini tak ada hubungannya dengan mereka.

Cara Baru Berbelanja

   

<< October 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


Detikcom mengendus blog ini pada 15 Maret 2006. Komentarnya begini, "Kalau sedang penat dan kaku-kaku otak, akibat terlalu lama bekerja, daripada kepaha pecal beneran ada untungnya juga membuka blog pecasndahe ini. Hitung-hitung hemat ongkos 'obat stres' ke psikiater. Selamat berpecal kepaha!" Selengkapnya klik di sini ...



Persyarekatan:

Klangenan:

Prokonco:

Top100 Bloggers
Blogs

Indonesia Top Blog

HelpJogja.net


selalu ada kejutan di balik setiap tikungan kehidupan.


Woro-woro (dahulu disclaimer): Saya akan berterima kasih kalau para pengutip menyebutkan blog ini sebagai sumber. Mohon memberi tahu kalau ada pihak-pihak yang keberatan atas isi blog atau merasa hak ciptanya dilanggar.


Google PageRank Checker Tool

Subscribe with Bloglines

Feed Burner

News Around The World:

referer referrer referers referrers http_referer


desain #1 [27/05/05]
desain #2 [21/04/06]
desain #3 [10/05/06]
desain #4 [09/06/06]
desain #5 [10/07/06]
desain #6 [04/08/06]
desain #7 [15/08/06]
desain #8 [22/09/06]
desain #9 [19/10/06]
desain #10 [03/11/06]


My blog is worth $66,051.18.
How much is your blog worth?


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed


Wednesday, October 11, 2006
Singapura Pecas Ndahe

Inilah jawaban pertanyaan kenapa Singapura itu seperti Jakarta ke-2 buat sebagian orang. Inilah penjelasan mengapa pesawat jurusan Singapura-Jakarta, dan sebaliknya, nyaris selalu penuh. Dan, kenapa iklan Singapore Great Sales selalu dipasang di media massa di Jakarta?

Saya menemukan jawabannya di sini. Menurut berita yang saya baca di situ, sepertiga orang kaya di Singapura adalah orang Indonesia. Yang dimaksud "orang kaya" itu adalah mereka yang memiliki kekayaan minimal Sin$ 1 juta (hampir Rp 6 miliar).

Nah, seluruh orang kaya itu, jumlahnya sekitar 55.000 orang, menguasai aset senilai Sin $260 miliar. Berapa rupiah itu? Hitung sendiri ah, pakai kalkulator ... Big Smile

Tapi Ki Sanak, sampean jangan kaget membaca angka-angka fantastis itu. Ambil napas dalam-dalam dulu karena ada angka-angka bujuboneng berikutnya.

Menurut lembaga keuangan internasional Merryl Lynch dan Capgemini, sepertiga dari 55.000 ribu orang kaya di Singapura itu -- atau sekitar 18 ribu -- adalah warga Indonesia yang jika digabung asetnya mencapai Sin $87 miliar atau Rp 506,8 triliun. Gendeng!

Saya jadi mikir, pantas saja selama ini ada sebagian orang Indonesia yang menganggap Singapura itu provinsi hasil pemekaran.

Warga Indonesia yang kaya raya itu mungkin pada hari yang sama sarapan telor orak-arik dan menyeruput secangkir kopi di CJ's, Hotel Mulia Senayan, makan siang dengan Cantonese cuisene di Summer Pavilion, Ritz-Carlton, Millenia Singapura, dan malamnya menginap di Kupu-Kupu Barong, di Ubud, Bali.

Pantas saja pemerintah Singapura ogah-ogahan menandatangani perjanjian ekstradisi dengan Indonesia. Orang-orang kaya itu memberi pemasukan pajak yang tak sedikit buat negeri yang cuma seupil itu.
Ini soal aset. Pajak. Dana kas. Segar pula. Ringkasnya: Uang, Ki Sanak!

Saya jadi berandai-andai, jika saja 18 ribu konglomerat Indonesia di Singapura itu ngumpulin duit [masing-masing sejuta rupiah saja] buat mendirikan puskesmas, berapa banyak orang miskin yang sakit yang bisa diobati gratis.

Coba saja seandainya pajak penghasilan mereka masuk ke Indonesia, berapa jumlah Sekolah Dasar rusak yang bisa diperbaiki? Ah, sayang dunia ternyata memang tak sesempurna yang kita bayangkan ...

Sampean mau jadi orang kaya juga, Ki Sanak?


Posted at 8:35:35 am by pecas ndahe

nana
October 13, 2006   01:46 PM PDT
 
saya ndak pengen jadi orang kaya ndoro. yang penting cukup aja. cukup duit pas mo beli bmw, cukup duit pas mau makan siang di paris, cukup duit pas mau beli hostingan untuk 15 tahun kedepan, kalo pengen beli benang buat jahit kancing baju yang lepas di singapore duitnya ada xixixixix
reza
October 12, 2006   03:10 PM PDT
 
ternyata (mungkin) lebih enak jadi orang kaya :))
Mbilung
October 11, 2006   02:58 PM PDT
 
Jadi orang kaya? mau mau mauuuuuuu....
mau mas.

eh...tapi hati nurani gak diambil kan?
bambang
October 11, 2006   10:09 AM PDT
 
Saya tambahi pak: kira-kira berapa sumur MCK yang bisa dibangun di Tangerang? Atau ah, nanti sampean ndak dapet bahan untuk ng-blog karena sudah ngak ada lagi orang melaksanakan hajat di comberan pabrik. Omong-omong, siapa ya mereka. Ada teman cerita, kalau di singapura mengaku orang Indon, pasti ditanya punya kebun kelapa sawit berapa ribu hektar. Kita ini bodo atau sabar tho pak?
enka
October 11, 2006   09:37 AM PDT
 
jadi ingat KRL jakarta-depok yang puanas, berdesakan dan banyak copetnya.
jadi ingat sidoarjo yang terendam lumpur panas. jadi ingat gubug kumuh di pinggir kali ciliwung. Seandainya...............hiks
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry