Siapa sebetulnya yang berhak menyandang julukan kapten sejati dalam
sebuah tim sepak bola? David Beckham (Inggris)? Edwin van der Sar
(Belanda)? Joan Pablo Sorin (Argentina)? Cafu (Brasil)? Di ranah
manga, komik Jepang, kapten sejati itu namanya Kyaputen Tsubasa alias Kapten Tsubasa. Siapa tak kenal dia?
Ozoro Tsubasa, tokoh utama serial Kapten Tsubasa, lahir dari tangan seniman komik Jepang, Yoichi Takahashi, 45 tahun.
Takahashi menciptakan karakter Tsubasa dan karakter lainnya dalam serial itu sejak 1981.
Kini serial Kapten Tsubasa beredar di lebih dari seratus negara dalam
bentuk komik dan serial kartun televisi. Di jazirah Arab, namanya
berubah menjadi Kapten Majid, di Prancis Olive et Tom, di Jerman Die
Tollen Fussballstars, di Italia Holly e Benji, dan masih banyak lagi.
Dua pemain bintang Italia, Alessandro Del Piero dan Francesco Coco,
termasuk penggemar serial Tsubasa.
Bila di luar negeri demikian populer, apalagi di Jepang.
Si Mbilung kawan saya yang lagi di Negeri Sakura itu tentu bisa bercerita lebih banyak tentang demam Tsubasa di sana.
Kapten Tsubasa bahkan sudah menjadi "panutan" bagi Kawaguchi, Hidetoshi Nakata, dan Naohiro Takahara -- kiper,
playmaker, dan penyerang utama tim nasional Jepang yang berangkat ke Piala Dunia 2006.
"Saya belajar cara tendangan gunting di udara dengan mencontoh gerakan
Tsubasa," kata Nakata, pemain yang sudah melewati rentang tujuh tahun
di Seri A Liga Italia dan kini bermain untuk Bolton Wanderers, Inggris.
"Saya mengoleksi serialnya sejak kecil," kata Takahara,
striker yang musim lalu merumput untuk Hamburg SV dan akan bermain
untuk Eintracht Frankfurt musim depan.
Terus terang, saya
belum pernah membaca serial ini sampai Mat Kendi teman saya
menuliskannya di sebuah media. Saya lebih dulu kenal Roel Djikstra,
juga tokoh komik bikinan Jan Steeman yang pernah dimuat di majalah
Hai. Adakah di antara sampeyan yang ingat komik serial tetang pemain sepak bola Belanda ini?
Sayang,
Hai
tak lagi menerbitkan komik asyik-asyik seperti Roel Djikstra itu.
Padahal dulu juga ada serial komik yang dahsyat juga seperti
Arad dan Maya,
Storm, Trigan,
dan seterusnya. Majalah remaja itu sudah berubah menjadi bacaan yang
sama sekali tak cocok lagi buat saya. Ah, saya jadi ingat umur yang
semakin menua ....
Posted at 6:23:35 pm by pecas ndahe
 |  |  |
anak kecil 80an June 15, 2006 09:05 PM PDT
Komik2 top yg ada di majalah Hai sebenernya pindahan dari majalah Eppo, yg sdh almarhum. Yg masa kecilnya di thn 80an mungkin pernah baca di majalah ini komik2 antara lain: Agen 327, Storm dan si Rambut Merah, Roel Djkstra, Alan d'Arcy, dll coba lihatl lagi di sini: http://www.sangkolektor.i-dealogic.com/komik/?cat=3 |
 |

 |  |  |
Mbilung June 14, 2006 06:53 PM PDT
Ada lagi ... itu lho Arad dan Maya yang punya pistol aneh buat mindah-mindahin apa saja sak enak udelnya sendiri. :D |
 |

 |  |  |
gandrik June 14, 2006 02:07 PM PDT
nek aku seneng sama Rogue... |
 |

 |  |  |
merahitam June 14, 2006 01:52 AM PDT
Hihihi...Padahal umur boleh menua, semangat tetap muda...ya toh? |
 |

 |  |  |
Deny June 13, 2006 06:28 PM PDT
Roel Djikstra manteb tuh.
meskipun mbacanya harus minjem sama saudara.
Storm agak aneh :D
dengan umur yang sekarang, bacaannya apa dong, om? :)) |
 |

 |  |  |
Hedi June 13, 2006 10:44 AM PDT
wah iya, asik tuh Djikstra :) |
 |

 |  |  |
Mbilung June 13, 2006 10:07 AM PDT
Iyo tenan, Tsubasa itu maut di sini. Sudah tak penuhi permintaannya buat di tulis . |
 |