"Pecas ndahe" itu pelesetan dari kata "pecah ndase". Ini sejenis umpatan khas anak muda di Jogja dan Solo. Arti sesungguhnya adalah pecah kepalanya, lalu berubah menjadi sebuah arti kiasan. Di Solo, ada sebuah grup musik humor yang menggunakan nama yang sama. Blog ini tak ada hubungannya dengan mereka.

Cara Baru Berbelanja

   

<< February 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28


Detikcom mengendus blog ini pada 15 Maret 2006. Komentarnya begini, "Kalau sedang penat dan kaku-kaku otak, akibat terlalu lama bekerja, daripada kepaha pecal beneran ada untungnya juga membuka blog pecasndahe ini. Hitung-hitung hemat ongkos 'obat stres' ke psikiater. Selamat berpecal kepaha!" Selengkapnya klik di sini ...



Persyarekatan:

Klangenan:

Prokonco:

Top100 Bloggers
Blogs

Indonesia Top Blog

HelpJogja.net


selalu ada kejutan di balik setiap tikungan kehidupan.


Woro-woro (dahulu disclaimer): Saya akan berterima kasih kalau para pengutip menyebutkan blog ini sebagai sumber. Mohon memberi tahu kalau ada pihak-pihak yang keberatan atas isi blog atau merasa hak ciptanya dilanggar.


Google PageRank Checker Tool

Subscribe with Bloglines

Feed Burner

News Around The World:

referer referrer referers referrers http_referer


desain #1 [27/05/05]
desain #2 [21/04/06]
desain #3 [10/05/06]
desain #4 [09/06/06]
desain #5 [10/07/06]
desain #6 [04/08/06]
desain #7 [15/08/06]
desain #8 [22/09/06]
desain #9 [19/10/06]
desain #10 [03/11/06]


My blog is worth $66,051.18.
How much is your blog worth?


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Monday, February 20, 2006
Mandi Pecas Ndahe

Minggu pagi enaknya ngapain? Beres-beres rumah? Cuci mobil? Nonton? Jalan-jalan ke mal? Atau tidur saja seharian di kamar?

Kawan saya si Mbilung ternyata punya acara sendiri untuk melewatkan acara libur sehari di Cambridge. Ia lalu menceritakan pengalamannya lewat e-mail. Saya baru membacanya tadi pagi, Senin waktu Jakarta.

Ia menulis begini. Mas, aku diajak temenku birdwatching ke Titchwell di Norfolk. Aku jawab, nggak deh, makasih banyak. Lha wong dinginnya lagi nemen je. Apalagi aku sudah kebayang angin kenceng blewer-blewer di sana. Thank you very much. Aku mau di rumah aja.

Eh, lah kok di rumah ya akhirnya bosen juga. Ya sudah, aku iseng jalan-jalan ke Cambridge Market aja, liat-liat pasar tradisional sambil nonton yang ngamen di jalan. Jadi inget Yogja, nongkrong di pinggir jalan sambil nonton jatilan. Cuma di Cambridge nggak ada pertunjukan makan semprong... Big Smile ... semprong itu kaca penutup lampu minyak.

Ternyata tak ada satu pun pengamen di sana. Mungkin kelewat dingin buat unjuk gigi, menggelar atraksi. Cari permen, tukang jual permennya hari ini nggak jualan juga. Ya sudah, aku cari minuman hangat aja. Dapat segelas cokelat panas, trus ndodok, duduk di atas trotoar nonton orang lewat.

Cambridge Market itu dulu cuma buka 6 hari dalam seminggu. Sekarang buka tiap hari. Jualannya macem-macem, ada sayur, ikan, permen, baju, pernak-pernik, sampe CD musik. Entah kenapa di Inggris aku nggak pernah nemu VCD.

Pasar itu dikelilingi oleh bangunan-banguan tua, seperti gereja Great St Mary's Church dan toko-toko berjaringan global seperti Marks & Spencer, Bodyshop, MacDonald's, Starbucks dll. Katanya sih, pasar ini sudah tua, embuh seberapa tuanya, tapi tetep bisa hidup walaupun dikepung sama yang besar-besar itu tadi.

Tiba-tiba aku liat ada satu lapak yang lagi dirubung orang. Judulnya bombastis, Mas: "BATH BOMBS." Harga sebutir "bom" itu 1,20 pound. Kalau beli 5 sekaligus harganya dirabat jadi 5 pound saja.

Barang yang dijual itu berbetntuk bulat sebesar bola tenis. Warnanya pastel dan baunya macem-macem. Ada bau melati, mawar, lavender....Pokoknya bau yang enak-enak deh. Tapi kok nggak ada yang bau sate, lontong sayur atau gudeg ya, Mas?

Setelah  kudekati, "bom" itu ternyata ubo rampe, pernak-pernik buat keperluan mandi. Barang ini dipakai berendam di bak mandi atau bathtub dengan harapan agar nantinya tubuh akan seharum bau bom yang dimasukkan ke air.

Cara pakainya: Isi bak mandi dengan air hangat, lemparkan bom ke dalamnya, tunggu sesaat sampai bunyi wesewesewes-nya berhenti. Setelah itu, silakan njegur dan kungkum. Masuk ke bak dan berendam.

Jangan lupa, copot semua pakaian sebelum njegur. Langsung njegur sebelum bunyi wesewesewes-nya berhenti juga boleh, tapi nanti rasanya kayak digelitikin. Kayak kalau kita kesiram coca-cola sak galon. Mak nyosssssss ... semriwing.
 
Sebenarnya, bath bombs bukan barang baru. Barang ini juga dijual di Bodyshop misalnya. Cuma namanya nggak dahsyat. Nama yang dipake di Bodyshop "Bath Fizzy". Entah kenapa sekarang yang dijual cuma aroma strawberry. Aroma lain sudah lama nggak ada. Kata-kata bujukan untuk fizzy aroma strawberry ini bikin aku senyum-senyum, ".....Skin will feel silky smooth and smell so delicious you will be good enough to eat!".

Jadi, untuk di Indonesia ide bagus juga kan Mas kalo bikin fizzy atau bom beraroma sate, lontong sayur atau gudeg. Asal jangan aroma ikan asin.....nanti dirubung kucing.... Big Smile

Yang bikin saya kagum adalah kemampuan bath bomb buatan rumah yang dijual di pasar tradisional itu untuk tetap bertahan dari serangan barang serupa bikinan pabrik gede yang selalu diberi stiker "Against Animal Testing", "Support Community Trade", "Defend Human Rights" atau yang rada dahsyat, "Protect Our Planet".

Lapak bath bombs yang saya lihat itu juga ramai disantroni pembeli. Mungkin mereka datang ke tempat itu karena pilihan aroma yang ditawarkan tidak hanya satu.

Selain itu, di pasar begini kita bisa milih rada bebas. Apalagi kalau belinya rame-rame. Di Bodyshop kita selalu dikuntit mbak-mbak manis yang suka senyum-senyum itu.

Terus ini yang penting Mas, gimana rasanya ya kalo barang itu nantinya akan dibuat kungkum rame-rame. Soalnya, jangan salah lho Mas, di Yogja di salah satu rumah deket pemandian Keraton itu ada stiker "Paguyuban Konco Kungkum". Sedap ini tampaknya.

Soal kungkum bareng begini juga bukan barang aneh toh? Di Jepang orang-orang pada kungkum bareng di pemandian umum air panas (onsen). Ddi Indonesia ada juga yang beginian di tempat-tempat pemandian air panas itu walaupun nggak pake acara berbugil-bugil kayak di onsen-nya Jepang itu.

Bugil atau nggak bugil, barengan atau sendirian, di Indonesia kita punya yang namanya mandi kembang. Yang komplet pakai kembang tujuh rupa juga ada. Kenapa tujuh ya? Kok nggak enam atau dua puluh satu? Sampeyan mau bikin yang baru? Mandi bom tujuh rupa!


Posted at 10:41:20 am by pecas ndahe

Mbilung
February 23, 2006   03:30 PM PST
 
He he, matur nuwun em-eijs. Mbok sampeyan bikin blog wisata atau gaya hidup, biar saya bisa nambah tebengan.
Name [em-eijs]
February 22, 2006   05:24 AM PST
 
Kalo aku pengelola rubrik wisata atau gaya hidup, Mas Mbilung ini udah tak minta ngisi, deh...
Tapi ngomong-ngomong Mas Mbilung ini kenapa gak bikin blog sendiri aja ya... daripada bikin surat pembaca terus
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry